Digitalisasi Layanan Penukaran Uang Perkuat Kenyamanan dan Silaturahmi Lebaran

Berita, Pekalongan148 Dilihat

Kota Pekalongan – KOMPAS1.id || Tradisi berbagi uang baru saat Hari Raya Idulfitri kembali mewarnai suasana Ramadan 1447 H/2026 M. Antusiasme masyarakat terlihat dalam layanan penukaran uang kas keliling yang digelar Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan BI Tegal, salah satunya yang berada di Halaman Masjid Agung Asy Syuhada Kota Pekalongan, Selasa siang (3/3/2026).

Salah satu warga, Umi Aisyah, warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menukar uang baru tahun ini.

banner 336x280

“Ya, ini menukar uang baru di BI. Ini sangat membantu,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia menuturkan, pecahan yang diperolehnya antara lain Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sementara untuk pecahan Rp50.000 tidak diambil. Untuk bisa mendapatkan jadwal penukaran, Umi harus mengikuti sistem pemesanan daring yang kini diterapkan.

“Iya, war di internet,” katanya sambil tersenyum.

Uang baru tersebut rencananya akan dibagikan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) kepada keponakan-keponakannya. Menariknya, tahun ini menjadi pengalaman pertamanya berhasil mendapatkan kuota penukaran secara online.

“Biasanya paling titip-titip teman, ini baru pertama kali berhasil war,” imbuhnya.

Hal serupa disampaikan M. Hafidz, warga Tirto, Pekalongan. Ia mengaku harus mengantre secara online cukup lama demi mendapatkan jadwal penukaran.

“Kemarin tanggal 24 Februari sempat antre, war online ya, hampir setengah hari,” ungkapnya.

Meski harus bersaing dengan banyak pendaftar, Hafidz mengaku tetap bersyukur bisa memperoleh kuota penukaran sebesar Rp2.500.000 dengan pecahan Rp20.000, Rp10.000, dan Rp5.000.

“Buat bagi-bagi THR ponakan-ponakan,” katanya.

Ia juga membandingkan dengan pengalaman tahun lalu, di mana dirinya tidak mendapatkan kuota di Pekalongan dan harus menukar hingga ke Tegal.

“Tahun kemarin di Pekalongan nggak dapat, dapatnya di Tegal malah. Ini beruntung tahun ini di Pekalongan,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan di lokasi penukaran sudah baik dan tertib. Hanya saja, tantangan utama ada pada proses pemesanan daring yang harus bersaing cepat dengan pendaftar lain.

“Kalau pelayanannya sih bagus, cuma war-nya yang lama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KPw BI Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa tahun ini masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan penukaran uang secara online melalui aplikasi berbasis web PINTAR yang dapat diakses melalui laman pintar.bi.go.id sebelum datang ke lokasi layanan.

Transformasi digital melalui platform PINTAR ini bertujuan mengurangi antrean panjang sekaligus memastikan distribusi uang pecahan baru lebih merata di seluruh wilayah kerja BI Tegal, yang meliputi Eks Karesidenan Pekalongan, mulai dari Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan hingga Kabupaten Batang.

“Dengan sistem pemesanan online ini, masyarakat tidak perlu lagi datang lebih awal untuk mengantre. Semua sudah terjadwal, sehingga pelayanan menjadi lebih pasti, tertib, dan nyaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, tradisi membagikan uang baru kepada anak-anak, keponakan, maupun sanak saudara saat Lebaran merupakan budaya yang telah mengakar kuat di masyarakat Indonesia. Momentum tersebut bukan sekadar berbagi rezeki, melainkan juga mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.

Menurutnya, penggunaan sistem digital juga membantu BI dalam mengatur kuota penukaran di setiap titik layanan sehingga tidak terjadi penumpukan masyarakat di satu lokasi tertentu.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong digitalisasi layanan publik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,”tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan uang kartal selama periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini, Bimala menyebut, KPw BI Tegal menyiapkan uang sebesar Rp5,3 Triliun. Jumlah tersebut meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring proyeksi meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai menjelang Lebaran.

“Peningkatan alokasi uang kartal ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan ketersediaan uang layak edar dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik,” terangnya.

Dalam pelaksanaan program SERAMBI 2026, BI Tegal bekerja sama dengan perbankan dan mitra strategis membuka layanan penukaran di 61 titik yang tersebar di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan. Layanan tersebut berlangsung mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026.

“Selain layanan di kantor perbankan dan titik penukaran tetap, BI Tegal juga mengoperasikan mobil kas keliling guna menjangkau masyarakat di berbagai lokasi. Informasi jadwal dan lokasi mobil kas keliling dapat dipantau melalui akun media sosial resmi BI Tegal, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan waktu dan tempat penukaran sesuai jadwal yang telah ditentukan,”bebernya.

Bimala juga mengimbau masyarakat agar menukar uang di tempat resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu maupun praktik percaloan. Dengan sistem pemesanan melalui PINTAR yang terintegrasi langsung dengan sistem Bank Indonesia, proses penukaran dipastikan lebih aman dan transparan.

“Program SERAMBI sendiri merupakan agenda rutin tahunan Bank Indonesia yang tidak hanya berfokus pada layanan penukaran uang, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,”ungkapnya.

Melalui peluncuran SERAMBI 2026 dan penerapan sistem pemesanan digital ini, diharapkan proses penukaran uang menjelang Lebaran di wilayah Pekalongan dan sekitarnya dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.

“Disamping itu, layanan ini diharapkan mampu mendukung masyarakat dalam menjaga tradisi berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi di Hari Raya Idulfitri,”tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *