Legenda Kota Seranjana: Kerajaan yang Hilang Ditelan Perpecahan

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Di sudut terpencil hutan belantara yang menjulang di kaki gunung, terbentang hamparan tanah yang selalu diselimuti lumut hijau pekat dan rerumputan liar. Penduduk desa sekitar menyebut kawasan itu sebagai tapak bekas Kota Seranjana—sebuah kerajaan kuno yang konon hilang tanpa jejak dalam sekejap mata, berabad-abad silam. Kini, hanya pepohonan rindang dan akar-akar menjalar yang menjadi saksi bisu kejayaan yang pernah berdiri di sana.

Kisah tentang Kota Seranjana diwariskan turun-temurun dari mulut ke mulut sejak zaman nenek moyang. Konon, kota itu merupakan pusat perdagangan dan kebudayaan yang sangat makmur. Rajanya, Prabu Jayasena, dikenal sebagai pemimpin yang adil dan penuh kasih kepada rakyatnya. Di bawah kepemimpinannya, pasar-pasar selalu ramai oleh pedagang dari berbagai penjuru negeri, sementara istana megah berdiri kokoh dengan batu bata merah dan ukiran kayu yang indah.

Kemakmuran Kota Seranjana bukan hanya terletak pada kekayaan materi, tetapi juga pada keharmonisan warganya. Masyarakat hidup berdampingan dengan alam, menghormati pepohonan, sungai, dan setiap makhluk yang hidup di sekitarnya. Setiap datang bulan baru, mereka menggelar upacara sebagai wujud syukur kepada Dewi Pertiwi atas kesuburan tanah dan limpahan hasil bumi.Namun, di balik kejayaan itu, terselip benih perpecahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang bangsawan yang iri terhadap kedudukan Prabu Jayasena mulai menyebarkan fitnah, menuduh sang raja menyalahgunakan kekuasaan. Hasutan demi hasutan memecah persatuan rakyat. Kecurigaan tumbuh, kepercayaan runtuh, dan keharmonisan yang selama ini menjadi kebanggaan kota perlahan menghilang.

Baca Juga:  BANJIR DONASI & LOGISTIK MENJELANG AKSI 27 AGUSTUS DI DPR RI — SOLIDARITAS WARGA MEMBANJIRI POSKO AMPB

Ketika pertikaian antarwarga mencapai puncaknya, langit tiba-tiba berubah gelap gulita. Petir menyambar tanpa henti, hujan turun deras, dan gemuruh menggelegar dari dalam bumi. Tanah berguncang hebat. Dalam waktu singkat, Kota Seranjana perlahan tenggelam ke dalam perut bumi, seakan ditelan oleh alam yang murka. Rerumputan dan pepohonan tumbuh menutupi sisa-sisa peradaban, seolah menjadi penanda hukuman atas perpecahan yang mereka ciptakan sendiri.

Sejak saat itu, hutan di kawasan tersebut menyimpan misteri. Beberapa orang yang berani memasukinya mengaku pernah melihat bayangan bangunan kuno muncul di balik kabut tebal. Ada pula yang mendengar samar-samar suara keramaian seperti pasar yang hidup kembali. Namun setiap kali didekati, semua itu lenyap tanpa bekas. Penduduk setempat percaya, Kota Seranjana hanya akan menampakkan diri kembali ketika manusia mampu hidup dalam persatuan dan keharmonisan seperti dahulu.

Hingga kini, legenda Kota Seranjana tetap hidup dalam cerita rakyat. Kisahnya menjadi pengingat lintas generasi bahwa persatuan dan keharmonisan adalah harta yang jauh lebih berharga daripada segala kemewahan dunia. Hutan yang kini menutupi tapak kota itu berdiri sebagai saksi bahwa alam tidak pernah berpihak pada perpecahan manusia.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim Purworejo Buka Open Turnamen Voli Dandim Cup I, Semarakkan HUT TNI ke-81 dengan Semangat Sportivitas
MILAD KE-18 LSM PENJARA DPC GARUT: SEMANGAT BERBAGI MELALUI AKSI JUMAT BERKAH, NASI KUNING JADI SIMBOL KEPEDULIAN
DUGAAN AKTIVITAS TAMBANG EMAS TANPA IZIN DI GUNUNG CI BURULUK DISOROT, APARAT DIMINTA LAKUKAN PEMERIKSAAN”
Desa Sidomekar Bersalawat Bersama Habib Umar Al-Haddad, Warga Larut dalam Doa dan Tausiyah
Ketua DPD IWOI Purworejo Sampaikan Ucapan HUT ke-2 Kompas1.id, Dorong Pers Makin Profesional dan Terpercaya
Polres Purworejo Memberikan Bantuan Air Bersih Kepada Masyarakat Desa Guyangan Kecamatan Loano Purworejo
Berbagi Kebahagiaan di Usia Emas Kedua: Kompas1.Id Tebar Kebaikan untuk Sesama
SIAPKAN MENTAL, KUATKAN TEKAD! LSM HARIMAU Siap Gelar Aksi Moral Besar-Besaran di MNC Tower 28 September 2026.
Berita ini 184 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 01:13 WIB

Kodim Purworejo Buka Open Turnamen Voli Dandim Cup I, Semarakkan HUT TNI ke-81 dengan Semangat Sportivitas

Sabtu, 26 September 2026 - 01:06 WIB

MILAD KE-18 LSM PENJARA DPC GARUT: SEMANGAT BERBAGI MELALUI AKSI JUMAT BERKAH, NASI KUNING JADI SIMBOL KEPEDULIAN

Sabtu, 26 September 2026 - 00:55 WIB

DUGAAN AKTIVITAS TAMBANG EMAS TANPA IZIN DI GUNUNG CI BURULUK DISOROT, APARAT DIMINTA LAKUKAN PEMERIKSAAN”

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Desa Sidomekar Bersalawat Bersama Habib Umar Al-Haddad, Warga Larut dalam Doa dan Tausiyah

Jumat, 25 September 2026 - 16:21 WIB

Ketua DPD IWOI Purworejo Sampaikan Ucapan HUT ke-2 Kompas1.id, Dorong Pers Makin Profesional dan Terpercaya

Berita Terbaru