Bandung.Jabar.Kompas1.id
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung terus berkomitmen meningkatkan kompetensi relawan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Pramuka Peduli. Salah satu materi penting yang disampaikan dalam rangkaian pembekalan Diklat kali ini adalah edukasi mengenai bahaya pajanan asbes di lokasi bencana, yang diberikan oleh LION Indonesia (Local Initiative for Occupational Safety and Health Network).
Materi tersebut disampaikan sebagai bentuk penguatan kapasitas relawan dalam menghadapi risiko keselamatan dan kesehatan kerja saat bertugas di wilayah terdampak bencana. Keruntuhan bangunan akibat gempa bumi maupun bencana lainnya berpotensi melepaskan serat asbes ke udara yang dapat membahayakan kesehatan relawan, penyintas, maupun masyarakat apabila tidak ditangani sesuai prosedur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Pelaksana kegiatan, Dikdik Rohendik, menyampaikan bahwa pembekalan ini menjadi bagian penting dalam membentuk relawan yang tidak hanya sigap dalam memberikan pertolongan, tetapi juga memahami aspek keselamatan diri selama menjalankan tugas kemanusiaan.
“Pada hari ini, dalam rangka pembekalan Diklat Pramuka Peduli Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung, kami mendapat dukungan materi dari LION Indonesia mengenai bahaya pajanan asbes. Materi ini sangat relevan karena relawan sering berada di lokasi bencana yang memiliki potensi paparan material berbahaya. Kami ingin memastikan setiap relawan memahami risiko tersebut serta mampu menerapkan prosedur penanganan yang benar demi keselamatan diri, korban, dan masyarakat,” ujar Dikdik Rohendik.
Ia menambahkan bahwa materi teori yang diberikan akan dilanjutkan dengan praktik lapangan pada kegiatan Gladi Tangguh Diklat Penanggulangan Bencana Pramuka Peduli yang akan diselenggarakan pada 24–26 Juli 2026 di Kampung Bamboo.
Dalam kegiatan gladi tersebut, peserta akan mengikuti simulasi penanganan bahaya pajanan asbes melalui beberapa skenario, di antaranya:
Evakuasi korban dari reruntuhan bangunan yang terpapar material asbes.
Penanganan material bangunan yang mengandung asbes di lokasi bencana sesuai prosedur keselamatan.
Pemulasaraan jenazah yang terpapar zat berbahaya dengan memperhatikan aspek keselamatan petugas.
Penanganan korban selamat yang terpapar material asbes, termasuk penerapan langkah-langkah perlindungan dan dekontaminasi awal.
Melalui kolaborasi dengan LION Indonesia, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung berharap para Relawan Pramuka Peduli memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keselamatan dan kesehatan kerja dalam penanggulangan bencana. Bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme relawan sehingga dapat memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, aman, dan sesuai standar dalam setiap penugasan di lapangan.
Pramuka Peduli Tangguh menuju Kota Bandung Tangguh Bencana.
@AndiSuka_2026














