Harga Ban Pesawat Ternyata Tak Setara dengan Mobil Bekas

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID || Ban pesawat bukanlah komponen yang bisa dianggap remeh. Di balik ukurannya yang besar dan tampilan yang kokoh, terdapat teknologi canggih yang dirancang untuk menahan beban luar biasa dari pesawat saat lepas landas, mendarat, dan bergerak di landasan pacu. Tidak heran jika harga satu buah ban pesawat bisa jauh melampaui nilai sebuah mobil bekas di pasaran.

Komponen ban pesawat dirancang dengan standar keselamatan yang sangat tinggi. Bahan dasarnya menggunakan campuran karet khusus yang tahan terhadap panas ekstrem, tekanan berat, dan gesekan yang luar biasa saat bersentuhan dengan landasan pacu. Selain itu, struktur dalam ban juga dilengkapi dengan bahan penguat seperti serat karbon atau nilon untuk menjaga bentuk dan ketahanannya.

Performa yang dibutuhkan membuat biaya produksi ban pesawat menjadi sangat mahal. Setiap ban harus melalui serangkaian uji coba ketat sebelum bisa digunakan secara komersial. Uji coba mencakup kemampuan menahan beban maksimal, ketahanan terhadap suhu tinggi hingga ratusan derajat Celsius, serta kemampuan bertahan saat terjadi kondisi darurat seperti kebocoran udara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga satu ban pesawat bisa berkisar jutaan hingga puluhan juta dolar AS, tergantung jenis dan ukurannya. Misalnya, ban untuk pesawat jenis besar seperti Boeing 747 atau Airbus A380 memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan ban untuk pesawat kecil kelas regional. Angka ini jelas melebihi harga banyak jenis mobil bekas yang biasanya berada di kisaran ribuan hingga puluhan juta rupiah saja.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Perkuat Dialog Keumatan bersama Ormas Islam dan Pimpinan Pesantren di Istana Merdeka

Selain harga pembelian awal yang mahal, biaya pemeliharaan dan penggantian ban pesawat juga tidak murah. Ban pesawat memiliki umur pakai yang terbatas berdasarkan jumlah siklus lepas landas dan pendaratan, bukan jarak tempuh. Setelah mencapai batas siklus tertentu, ban harus segera diganti meskipun tampilan luarnya masih terlihat baik, demi menjaga keselamatan penerbangan.

Perbedaan harga yang signifikan antara ban pesawat dan mobil bekas juga mencerminkan perbedaan fungsi dan risiko yang ada. Kesalahan pada ban pesawat bisa menyebabkan bencana yang sangat besar dengan korban jiwa dan kerusakan materi yang luar biasa. Sementara itu, masalah pada ban mobil bekas meskipun berbahaya, cenderung memiliki dampak yang lebih terbatas dalam skala dan lingkupnya.

Dengan demikian, tidaklah mengherankan bahwa harga ban pesawat berada pada level yang jauh di atas mobil bekas. Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk ban pesawat merupakan investasi untuk menjamin keselamatan ribuan penumpang dan kru yang terbang setiap hari di seluruh dunia.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Gelombang Panas Prancis: Pentingnya Kesadaran Menghadapi Perubahan Iklim
*4 Jam di Bumi Hulonthalo: Presiden Prabowo Tutup PENAS XVII 2026, Tegaskan Petani Nelayan Tulang Punggung Bangsa*
Dari Jakarta ke Limboto: Presiden Prabowo Hadiri Penutupan PENAS XVII 2026
Wapres Gibran Respons Aspirasi Warga, Revitalisasi Sekolah 3T di Ende Jadi Prioritas
HARTA MENTERI PARIWISATA MELONJAK NYARIS Rp1 TRILIUN, KINI CAPAI Rp6,3 TRILIUN
Harta Menpar Melonjak Nyaris Rp1 T: Bukti Nyata Mengabdi pada Negara (atau pada Rekening Pribadi?)
Kapal Tongkang Pengangkut Batu Bara Tenggelam di Pantai Pangandaran
Aksi Aliansi Perempuan Indonesia di Jakarta Tertahan Polisi, Bawa Tiga Tuntutan Utama
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:00 WIB

Belajar dari Gelombang Panas Prancis: Pentingnya Kesadaran Menghadapi Perubahan Iklim

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:06 WIB

*4 Jam di Bumi Hulonthalo: Presiden Prabowo Tutup PENAS XVII 2026, Tegaskan Petani Nelayan Tulang Punggung Bangsa*

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:02 WIB

Dari Jakarta ke Limboto: Presiden Prabowo Hadiri Penutupan PENAS XVII 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:06 WIB

Wapres Gibran Respons Aspirasi Warga, Revitalisasi Sekolah 3T di Ende Jadi Prioritas

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:40 WIB

HARTA MENTERI PARIWISATA MELONJAK NYARIS Rp1 TRILIUN, KINI CAPAI Rp6,3 TRILIUN

Berita Terbaru