Kemiskinan yang Tak Berujung, Terpaksa Ikut Mencari Nafkah

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 02:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung, Kompas 1.id.
Demi mencari nafkah karena kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan, anak-anakpun ikut mencari nafkah, terpaksa putus sekolah dan bekerja membantu orang tua untuk mencari nafkah, sehingga menimbulkan keprihatinan, fenomena ini terlihat dijalanan, dipaksa merampas kebebasan sebagai anak yang semestinya belajar dan bermain.
Ini berisiko mengalami dampak negatif pada kesehatan mental dan perkembangannya.

Isu dan dampak bagi anak-anak yang terpaksa bekerja untuk membantu orang tua , dapat menghadapi risiko stres bagi anak itu sendiri dan keterlambatan perkembangan, serta hilangnya hak untuk bermain serta belajar.

Baca Juga:  Klarifikasi Kades Sarimahi, Penundaan Pekerjaan Hotmix Jalan Murni Karena Kendala Faktor Cuaca

Sebenarnya beban mencari nafkah bukan tugas anak anak , kecuali dalam keadaan darurat yang sangat terpaksa, hal ini menjadi gambaran dirinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemiskinan menjadi faktor dominan yang mendorong anak anak kecil ikut orang tuanya mencari nafkah , penyebab ini untuk hidup layak tidak didapatkan.

Hidup seringkali dihadapkan pada pilihan untuk bertahan , terutama bagi anak anak dan keluarga miskin yang terpaksa ikut mencari nafkah demi kelangsungan hidup keluarga.

Reporter : dhany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru