Pemkab Pesawaran Sampaikan Duka Mendalam Atas Musibah Tengelamnya Dua Pelajar di Sunggai Batang Hari Ogan

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran – Kompas1.id ||
14 Desember 2025- Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tenggelam yang menimpa dua pelajar asal Desa Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada jumat,12 Desember2025,dan mengakibatkan dua korban jiwa, yakni Alivia Ayu Hanifa Binti Indra Nuhraha(11) dan Kaisyag Nur Alifah Binti Deny Irawan(11) yang keduanya merupakan siswi SD Negeri 4 Tegineneng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 16.30. WIB saat kedua korban bersama tiga rekannya berenang di aliran Bendungan Kali Sungai Sekampung Feeder Canal 1 yang berada di Desa Batang Hari Ogan. Kondisi arus yang deras dengan kedalaman air sekitar lima meter menyebabkan salah satu korban terbawa arus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya pertolongan yang dilakukan justru berujung pada hanyutnya kedua korban. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera meminta bantuan. Namun, proses evakuasi awal mengalami kendala akibat tingginya debit air dan hujan deras yang mengguyur lokasi.

Menindaklanjuti laporan yang diterima sekitar pukul 17.00 WIB, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Pemerintah Kecamatan Tegineneng dan Pemerintah Desa Batang Hari Ogan segera melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait.

Camat Tegineneng, Aep Alamsyah, menjelaskan bahwa upaya pencarian dilakukan secara terpadu oleh Basarnas Lampung, BPBD Kabupaten Pesawaran,Tagana, Polsek Tegineneng, pemerintah desa, serta dibantu masyarakat setempat. Tim pencari menyusuri aliran irigasi dari lokasi kejadian hingga pintu air atau DAM Trimurjo di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Hasil pencarian membuahkan hasil pada jumat malam sekitar pukul 19.45 WIB, ketika korban pertama, Alivia Ayu Hanifa,ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak kurang lebih 400 meter dari lokasi awal kejadian.
Pencarian kemudian dilanjutkan hingga tengah malam dan dihentikan sementara pada pukul 00.00 WIB karena keterbatasan jarak pandang serta pertimbangan keselamatan. Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi,13 Desember 2025, mulai pukul 06.30 WIB,
dengan pembagian tiga tim pencarian di beberapa titik aliran irigasi.

Baca Juga:  Menjunjung Tinggi Pancasila: Benteng Utama Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sekitar pukul 09.40 WIB,korban kedua, kaisya Nur Alifa, akhirnya ditemukan di aliran Irigasi DAM 38, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur, dengan jarak sekitar 19 kilometer dari lokasi awal kejadian, juga dalam keadaan meninggal dunia.

Kedua korban telah dimakamkan di Desa Batang Hari Ogan dengan didampingi oleh keluarga, aparat pemerintah, serta masyarakat setempat.

Atas peristiwa tersebut, Camat Tegineneng Aep Alamsyah mewakili Pemerintah Kabupaten Pesawaran, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan penanganan musibah, termasuk Basarnas Lampung, BPBD Kabupaten Pesawaran, Tagana, Polsek Tegineneng, pemerintah desa, serta masyarakat yang turut membantu tanpa mengenal lelah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian saat beraktivitas di sekitar sungai, bendungan, dan aliran irigasi, khususnya pada musim penghujan dengan debit air tinggi dan arus yang deras.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai atau aliran air berarus deras, terutama di musim penghujan,” pungkasnya.

Sumber kiriman;

Dok tim.(JMI)

Editor wep / Kompas1.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEMPA MAGNITUDO 6,2 GUNCANG PARIGI MOUTONG SULAWESI TENGAH, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
Ketua DPR RI Puan Maharani: RUU Perampasan Aset Masih Terbuka Terima Masukan Masyarakat
HARI KEMERDEKAAN RI KE-81: SEMOGA BANGSA KITA SEMAKIN JAYA
Mengapa Negeri Muslim Justru Rentan Korup? Sebuah Refleksi Integritas dan Sistem
Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Selesai Maksimal 10 Hari Kerja
Pembatasan Subsidi Pertalite: Kelompok Mampu Siap-Siap Gigit Jari
Skilau Mewah di Balik Bayang-Bayang: Skandal Berlian US$57 Juta Guncang Vietnam
BGN Temukan 414 Rekening SPPG Bermasalah, Rp311,2 Miliar Dana MBG Berhasil Dikembalikan ke Kas Negara
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:08 WIB

GEMPA MAGNITUDO 6,2 GUNCANG PARIGI MOUTONG SULAWESI TENGAH, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:03 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani: RUU Perampasan Aset Masih Terbuka Terima Masukan Masyarakat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:25 WIB

HARI KEMERDEKAAN RI KE-81: SEMOGA BANGSA KITA SEMAKIN JAYA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Mengapa Negeri Muslim Justru Rentan Korup? Sebuah Refleksi Integritas dan Sistem

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Selesai Maksimal 10 Hari Kerja

Berita Terbaru