GKP Nilai Rawan Konflik Kepentingan Rangkap Jabatan “Pimpinan Ombudsman Sultra Disorot

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Sultra, -Gerakan Keadilan dan Perubahan (GKP) Nusantara menyoroti dugaan rangkap jabatan yang dilakukan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Tenggara (Sultra), Mastri Susilo. Mastri disebut juga menjabat sebagai Ketua DPD PATRI Sulawesi Tenggara.

Ketua GKP Nusantara, Irfan, menilai rangkap jabatan tersebut berpotensi mengganggu independensi dan netralitas Ombudsman sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik.

“Ombudsman dibangun di atas prinsip independensi dan imparsialitas. Jika seorang pimpinan juga memegang jabatan strategis di organisasi eksternal, itu sangat rawan konflik kepentingan,” kata Irfan dalam keterangannya, Minggu (7/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Irfan, posisi PATRI yang kerap berinteraksi dan bermitra dengan kementerian maupun lembaga negara justru berada dalam ekosistem yang bisa menjadi objek pengawasan Ombudsman. Kondisi itu dinilai menempatkan pimpinan Ombudsman pada situasi yang tidak ideal.

“Dalam standar etik lembaga pengawas, potensi konflik kepentingan saja sudah menjadi persoalan serius, apalagi jika sampai memengaruhi pengambilan keputusan,” tegasnya.

Baca Juga:  Mulai 1 April, Pertalite Tak Lagi Bebas: Batas Pembelian Resmi Berlaku!

GKP juga menilai rangkap jabatan tersebut berpotensi memengaruhi netralitas dalam menangani laporan masyarakat, terutama jika laporan berkaitan dengan program transmigrasi atau kemitraan yang bersinggungan dengan PATRI.

“Publik bisa meragukan objektivitas Ombudsman jika pejabatnya memiliki peran ganda yang saling bersinggungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, GKP mengingatkan bahwa polemik ini dapat berdampak terhadap kepercayaan publik kepada Ombudsman RI.

“Sebagai lembaga pengawas pelayanan publik, Ombudsman dituntut untuk menjaga jarak dari kepentingan apa pun, termasuk organisasi PATRI yang dibina dan diberdayakan langsung oleh Kementrans, dimana kementerian ini jadi obyek pengawasan Ombudsman itu sendiri”, tegasnya.

Karena itu, GKP Nusantara mendesak Ombudsman RI pusat segera melakukan klarifikasi secara terbuka terkait dugaan rangkap jabatan tersebut. Jika terbukti melanggar etik, GKP meminta agar ada tindakan tegas.

“Kepercayaan publik adalah modal utama Ombudsman. Jangan sampai rusak karena persoalan etik,” pungkas Irfan.

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Swedia dan Ambisi “Manusia Digital”: Kemudahan Mutlak atau Awal Distopia?
Skandal Jaminan Fidusia: Kala Data Pribadi Menjadi Pelicin Ekspor Ilegal
OJK Pastikan Tak Ada Saham Baru Indonesia Masuk Indeks MSCI, Sejumlah Emiten Berpotensi Keluar
Menjaga Kedaulatan Identitas: Membentengi Diri dari Ancaman Pinjaman Tanpa Izin
Bareskrim Polri Bongkar Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, Rp1,9 Miliar Disita
Ketegangan Meningkat di Perbatasan Selatan: Israel Rilis Peringatan Evakuasi bagi Sembilan Desa di Lebanon
Kemendagri Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Serahkan e-KTP Saat Check-In Hotel
Kemanusiaan di Atas Administrasi: Menolak Pasien Gawat Darurat Adalah Tindak Pidana
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:14 WIB

Swedia dan Ambisi “Manusia Digital”: Kemudahan Mutlak atau Awal Distopia?

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:40 WIB

Skandal Jaminan Fidusia: Kala Data Pribadi Menjadi Pelicin Ekspor Ilegal

Senin, 11 Mei 2026 - 14:07 WIB

OJK Pastikan Tak Ada Saham Baru Indonesia Masuk Indeks MSCI, Sejumlah Emiten Berpotensi Keluar

Senin, 11 Mei 2026 - 01:40 WIB

Menjaga Kedaulatan Identitas: Membentengi Diri dari Ancaman Pinjaman Tanpa Izin

Minggu, 10 Mei 2026 - 04:39 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, Rp1,9 Miliar Disita

Berita Terbaru

Berita

Lelang Gagal, Proses Hukum Jangan Dipaksa Berhenti

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:07 WIB

Berita

Hampir Sebulan Wafat’ Keluarga Korban Menanti Jawaban

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:54 WIB