Bupati Pesawaran Buka Doa Bersama Lintas Agama, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian terhadap Lingkungan

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran – Kompas1.id
5 Desember 2025 – Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Doa Bersama Lintas Agama Tahun 2025 diselenggarakan di Lapangan Desa Roworejo, Kecamatan Negeri Katon, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini dipandu oleh Jamus Kalimosodo dan menghadirkan berbagai tokoh lintas agama serta masyarakat Kabupaten Pesawaran.

Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M membuka secara resmi kegiatan tersebut dengan didampingi Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali dan Sekretaris Daerah Wildan. Turut hadir unsur Forkopimda Pesawaran, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, para Kepala Perangkat Daerah, serta para camat. Dalam sambutannya, Bupati Nanda Indira
mengajak seluruh masyarakat menjadikan doa bersama sebagai momentum memperkuat persaudaraan, introspeksi, serta upaya memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

Bupati menyampaikan bahwa musibah bencana alam yang melanda Sumatera dalam sepekan terakhir menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan. Menurutnya, doa dan kesiapsiagaan adalah upaya penting dalam menghadapi musibah bencana. “Saya menyambut baik kegiatan ini karena dapat mempersatukan seluruh umat beragama. Semoga melalui doa bersama ini, Kabupaten Pesawaran senantiasa diberkahi, dilindungi, dan dijauhkan dari marabahaya,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pesawaran Yusup Ansori, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa kegiatan doa lintas agama ini menjadi momen strategis dalam mempererat persaudaraan dan solidaritas antarmasyarakat.“Pada usia Pesawaran yang ke-18 ini, mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana untuk memperkokoh kerukunan, mempererat silaturahmi, dan menjaga persatuan. Kita juga berharap bupati dan wakil bupati yang telah mulai bekerja dapat menjalankan amanah dengan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat Kabupaten Pesawaran untuk bersama-sama menghindari ujaran kebencian serta memperkuat nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap agama mengajarkan kebaikan, kedamaian, dan harmoni. Karena itu mari kita bersama menjaga kesatuan, mendukung pembangunan daerah, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang memecah belah,” tutupnya.

Seumbr kiriman;

dok tim. (JMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Utara Bersihkan Masjid, Gereja dan Wihara Perkuat Toleransi Umat
Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Lampung Utara Gelar Bakti Religi di Masjid, Gereja dan Wihara
Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung
Lampung Perkuat Pengelolaan JDIH Sebagai Pilar Transparansi Pemerintahan
HGN 2026 di Lampung Bakal Digelar di Mal, BGTK Siapkan Konsep Nasional yang Lebih Dekat dengan Masyarakat
Polres Lampung Utara Bersama Dinas Perdagangan Lakukan Pemantauan SPBU Pasca Penyesuaian Harga Pertamax
GMBI Lampung Utara Masuki Era Baru, Wawi Aryadi Nahkodai Organisasi dan Siapkan Program Kerja Pro-Rakyat
Presiden Buka Munas HIPMI XVIII di Lampung, Pemprov Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:59 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Utara Bersihkan Masjid, Gereja dan Wihara Perkuat Toleransi Umat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:54 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Lampung Utara Gelar Bakti Religi di Masjid, Gereja dan Wihara

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:25 WIB

Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:21 WIB

Lampung Perkuat Pengelolaan JDIH Sebagai Pilar Transparansi Pemerintahan

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:12 WIB

HGN 2026 di Lampung Bakal Digelar di Mal, BGTK Siapkan Konsep Nasional yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Berita Terbaru