Bupati Nanda Indira Apresiasi Gerakan Lingkungan KOPRI PB PMII dalam Upaya Pelestarian Ekosistem Pesisir

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran, Kompas1.id-
29 November 2025 – Kegiatan edukasi lingkungan yang digagas oleh Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir mendapat respon positif dari Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, S.E.,M.M. Langkah baik ini tertuang dalam gelaran KOPRI Eco Movement 2025 dengan melakukan penanaman 5.000 Mangrove dan Talkshow Lingkungan yang dilaksanakan di Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyi Nyi, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan Sabtu, (29/11/2025).

Bupati Nanda Indira hadir secara langsung didampingi Kadis Kominfotiksan Jayadi Yasa, Kadis Perikanan Zainal Arifin, Plt. Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Plt. Kadis Perkebunan dan Peternakan Arief Budiman serta Camat Teluk Pandan Salpani.

Turut hadir pula Kabid Pengelolaan DAS Dishut Provinsi Lampung Awal Budiantoro yang mewakili Gubernur Lampung, Ketua Fatayat NU Lampung Wirdayati, tokoh adat, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, serta perwakilan masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporannya, Kepala Bidang Lingkungan Hidup KOPRI PB PMII Siti Maisyaroh, menjelaskan bahwa KOPRI Eco Movement 2025 merupakan rangkaian kegiatan nasional bertepatan dengan Harlah KOPRI ke-58 serta bagian dari program small grants for Forestry and Other Land Use (FOLU) and biodiversity. Agenda ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga penguatan edukasi lingkungan melalui talkshow.

Lewat kegiatan ini, ia menegaskan bahwa sudah saatnya perempuan kini tidak hanya berada di kursi penonton, tetapi berdiri di garis depan sebagai penggerak kesadaran masyarakat. “Isu lingkungan adalah isu masa depan dan perempuan memegang peranan penting di dalamnya,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan di Pesawaran hari ini merupakan titik kedua setelah kick off di Mojokerto, Jawa Timur. Selanjutnya, aksi serupa akan dilanjutkan pada 17 Desember 2025 di Bogor, Jawa Barat bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan perwakilan KOPRI dari seluruh Indonesia.

Baca Juga:  HGN 2026 di Lampung Bakal Digelar di Mal, BGTK Siapkan Konsep Nasional yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan apresiasi kepada PB PMII, KOPRI, serta seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan bersama.

“Hal kecil yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar bagi masa depan. Penanaman mangrove ini adalah investasi ekologis untuk keberlanjutan lingkungan dan masa depan anak cucu kita,” seru Bupati.

Bupati menyebut bahwa kawasan mangrove memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem, sebab jika jumlahnya berkurang, yang hilang bukan hanya pohon, tetapi juga pelindung pantai, tempat hidup biota laut, dan keseimbangan ekosistem pesisir.

Bupati berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan lanjutan yang lebih masif, berkelanjutan, dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Saya mengapresiasi langkah KOPRI sebagai organisasi perempuan yang mampu menginisiasi gerakan nyata, bukan hanya diskusi. Spirit ini patut dicontoh. Lingkungan membutuhkan aksi, bukan hanya wacana,” tambahnya.

Kabid Pengelolaan DAS Dishut Provinsi Lampung, Awal Budiantoro, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi menyambut baik gerakan ini.

Dirinya menyampaikan bahwa kehadiran Mangrove bukan sekadar pohon iconik pesisir, melainkan benteng alami yang menahan abrasi, meredam gelombang, mengurangi risiko banjir rob, dan menjaga stabilitas garis pantai.

“Di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi beberapa waktu terakhir, penanaman mangrove adalah langkah strategis,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove secara simbolik oleh Bupati, dokumentasi, serta talkshow lingkungan dengan menghadirkan Ketua Fatayat NU Lampung Wirdayati sebagai narasumber.

Talkshow lingkungan ini digelar untuk
membuka ruang bagi perempuan dan anak muda agar bisa berperan aktif mengambil langkah-langkah positif terkait isu lingkungan.

Sumber kiriman;

Dok tim.(JMI)

Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Utara Bersihkan Masjid, Gereja dan Wihara Perkuat Toleransi Umat
Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Lampung Utara Gelar Bakti Religi di Masjid, Gereja dan Wihara
Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung
Lampung Perkuat Pengelolaan JDIH Sebagai Pilar Transparansi Pemerintahan
HGN 2026 di Lampung Bakal Digelar di Mal, BGTK Siapkan Konsep Nasional yang Lebih Dekat dengan Masyarakat
Polres Lampung Utara Bersama Dinas Perdagangan Lakukan Pemantauan SPBU Pasca Penyesuaian Harga Pertamax
GMBI Lampung Utara Masuki Era Baru, Wawi Aryadi Nahkodai Organisasi dan Siapkan Program Kerja Pro-Rakyat
Presiden Buka Munas HIPMI XVIII di Lampung, Pemprov Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:59 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Utara Bersihkan Masjid, Gereja dan Wihara Perkuat Toleransi Umat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:54 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Lampung Utara Gelar Bakti Religi di Masjid, Gereja dan Wihara

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:25 WIB

Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:21 WIB

Lampung Perkuat Pengelolaan JDIH Sebagai Pilar Transparansi Pemerintahan

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:12 WIB

HGN 2026 di Lampung Bakal Digelar di Mal, BGTK Siapkan Konsep Nasional yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Berita Terbaru