Lamban Langgakh: Ketika Warisan Budaya Bersemi di Jantung Tanggamus, Menuju Pengakuan Cagar Budaya

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGGAMUS Lampung- Kompas1.id
Di sebuah desa yang tenang, Pekon Pardawaras, Kecamatan Semaka, denyut nadi pelestarian budaya berdetak kencang. Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Tanggamus Lampung, berkolaborasi dengan SMA Negeri SMK Ma’arif, menggelar loka karya yang bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah deklarasi cinta pada warisan leluhur: Lamban Langgakh. Kamis 20 November 2025

Acara dibuka dengan persembahan Tari Sigekh Pengunten, tarian khas Lampung yang memukau, sebagai simbol penghormatan dan penyambutan kepada para tamu undangan. Gerak gemulai para penari seolah mengantarkan pesan tentang keindahan budaya yang akan dibahas dalam loka karya ini.

Dipimpin oleh Marliyan Adi Syaputra, loka karya ini menjadi panggung bagi para penjaga tradisi, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk merajut mimpi: menjadikan Lamban Langgakh sebagai cagar budaya yang diakui. Hadir dalam acara ini, perwakilan Badan Pelaksanaan Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu dan Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus, Duta Bahasa Provinsi Lampung, serta Sekcam Semaka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Marliyan Adi Syaputra selaku ketua panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya loka karya ini.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini, kita dapat semakin memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Lamban Langgakh, sehingga dapat kita lestarikan bersama,” ujarnya dengan penuh semangat.

Perwakilan dari Dinas Pendidikan Tanggamus juga memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh STEBI Tanggamus dan SMA Negeri SMK Ma’arif.

Baca Juga:  *Ngaku Bripka Polri, Polisi Gadungan di Tubaba Diamankan Sipropam*

“Kami sangat mendukung upaya pengajuan Lamban Langgakh sebagai cagar budaya. Ini adalah langkah penting dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya daerah kita,” tuturnya.

Mengapa Lamban Langgakh begitu istimewa? Lebih dari sekadar bangunan, Lamban Langgakh adalah lembaran sejarah yang menyimpan nilai-nilai ekologis dan budaya. Ia adalah rumah bagi kearifan lokal, tempat di mana harmoni antara manusia dan alam terjalin erat.

Dalam loka karya ini, para peserta tidak hanya duduk dan mendengarkan. Mereka berdiskusi, bertukar pikiran, dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan impian tersebut. Setiap kata yang terucap, setiap ide yang terlontar, adalah bentuk komitmen untuk menjaga Lamban Langgakh tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Namun, perjalanan menuju pengakuan cagar budaya tidaklah mudah. Dibutuhkan kerja keras, koordinasi, dan dukungan dari berbagai pihak. Loka karya ini adalah momentum penting untuk menyatukan visi dan misi, serta menyusun rencana aksi yang konkret.

Dengan semangat yang membara, para peserta loka karya bertekad untuk terus berjuang. Mereka percaya bahwa Lamban Langgakh bukan hanya milik masyarakat Tanggamus, tetapi juga milik bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk melindunginya, menjaganya, dan mewariskannya kepada generasi mendatang.

Semoga, dengan izin Tuhan Yang Maha Esa, Lamban Langgakh segera mendapatkan pengakuan sebagai cagar budaya. Dengan begitu, ia akan semakin bersinar sebagai permata yang menghiasi bumi Tanggamus, menginspirasi kita untuk mencintai alam dan menghargai warisan budaya.

Sumber / (Akmaluddin)

Editor wep / Kompas1.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang  Sengketa Informasi PPID Diskominfo Metro dan DPP JMI Bergulir di Komisi Informasi Lampung
Kapolda Lampung Musnahkan Barang Bukti Narkotika Rp264,9 Miliar dan 166 Senjata Api Ilegal, Tegaskan Perang Tanpa Kompromi terhadap Kejahatan
Bupati Hamartoni Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi, Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan di Lampung Utara
Perubahan APBD 2026 Dievaluasi, Pemkab Lampung Utara Perkuat Program Prioritas dan Efektivitas Belanja Daerah
Lampung Utara Sabet Stand Terbaik Kategori Investasi di Jogja Paradise 2026, Potensi Daerah Curi Perhatian Investor
WASPADA! PENIPUAN MENGATASNAMAKAN SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN LAMPUNG UTARA
Modus Michat Jadi Begal, Satu keluarga Berhasil di Amankan Polres Lampung Utara
DWP Lampung Utara Perkuat Kapasitas Perempuan dan Kepedulian Lingkungan Lewat Rapat Rutin dan Seminar
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Sidang  Sengketa Informasi PPID Diskominfo Metro dan DPP JMI Bergulir di Komisi Informasi Lampung

Kamis, 30 Juli 2026 - 02:41 WIB

Kapolda Lampung Musnahkan Barang Bukti Narkotika Rp264,9 Miliar dan 166 Senjata Api Ilegal, Tegaskan Perang Tanpa Kompromi terhadap Kejahatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 02:32 WIB

Bupati Hamartoni Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi, Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan di Lampung Utara

Kamis, 30 Juli 2026 - 02:24 WIB

Perubahan APBD 2026 Dievaluasi, Pemkab Lampung Utara Perkuat Program Prioritas dan Efektivitas Belanja Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:21 WIB

Lampung Utara Sabet Stand Terbaik Kategori Investasi di Jogja Paradise 2026, Potensi Daerah Curi Perhatian Investor

Berita Terbaru