Akses Jalan Menuju Desa Landau Badai Memprihatinkan, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah

- Penulis

Minggu, 2 November 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Kompas1.id

Kapuas Hulu – Kondisi akses jalan menuju Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kini sangat memprihatinkan. Sejumlah jembatan yang menjadi urat nadi penghubung antar desa mengalami kerusakan parah dan hingga saat ini belum mendapat penanganan berarti dari pihak terkait.

Kerusakan Infrastruktur Hambat Aktivitas Warga

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Akibatnya, warga setempat kesulitan mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau musim hujan, jalan ini hampir tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki,” ungkap salah satu warga setempat.

Tanggung Jawab Pemerintah

Menurut Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan:

Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas pembangunan dan pemeliharaan jalan.

Baca Juga:  Perusahaan Berikan Reward kepada Karyawan Berprestasi Tayan

Pasal 32 ayat (1) menegaskan bahwa pemerintah wajib memelihara jalan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

Dengan demikian, kerusakan jalan dan jembatan yang dibiarkan tanpa penanganan dapat dikategorikan sebagai bentuk kelalaian terhadap kewajiban pemerintah dalam penyelenggaraan jalan.

Harapan Masyarakat

Warga Desa Landau Badai berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan. Mereka menilai akses jalan yang baik merupakan kebutuhan dasar untuk mendukung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.

“Jalan ini satu-satunya akses menuju desa kami. Kalau terus dibiarkan, kami akan semakin terisolasi,” ujar warga lainnya.

Masyarakat berharap agar pemerintah tidak hanya menunggu laporan, tetapi segera mengambil langkah nyata demi kelancaran aktivitas dan keselamatan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denda Adat Rp23 Juta Tak Kunjung Dibayar, Warga Pertanyakan Ketegasan Pengurus Adat Lubuk Antuk
Tambang Pasir “Mepet Jalan” di Sanggau: Ancaman Nyata di Jalur Vital Kalimantan
Tumpukan Pasir Dekat Badan Jalan di Sanggau Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
Benda Sitaan Kejari Sanggau Diduga Dibongkar Diam-Diam, Aktivitas Misterius di Bantaran Sungai Picu Kecurigaan
Tragis di Jembatan Sungai Seberu: Truk Tangki Terjun ke Jurang, Sopir Tewas di Tempat
Empat Media Satu Suara: Kompas 1ID, Bidik Kasus, News, dan Gertak ID Mantapkan Barisan Kawal Kebenaran di Pedalaman Kalbar
Saya, Didy, bersama Reko Saputra dan seluruh keluarga besar Sanjaya Grup mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Media Nasional Kalbar: Perkuat Sinergi dan Kawal Penanganan Dugaan Kriminalisasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:49 WIB

Denda Adat Rp23 Juta Tak Kunjung Dibayar, Warga Pertanyakan Ketegasan Pengurus Adat Lubuk Antuk

Minggu, 12 April 2026 - 09:10 WIB

Tambang Pasir “Mepet Jalan” di Sanggau: Ancaman Nyata di Jalur Vital Kalimantan

Minggu, 12 April 2026 - 08:55 WIB

Tumpukan Pasir Dekat Badan Jalan di Sanggau Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sabtu, 11 April 2026 - 08:18 WIB

Benda Sitaan Kejari Sanggau Diduga Dibongkar Diam-Diam, Aktivitas Misterius di Bantaran Sungai Picu Kecurigaan

Jumat, 10 April 2026 - 04:09 WIB

Tragis di Jembatan Sungai Seberu: Truk Tangki Terjun ke Jurang, Sopir Tewas di Tempat

Berita Terbaru