Rembuk Stunting 2025, Langkah Nyata Desa Campang Gijul Atasi Gizi Buruk

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara, Kompas1.id ||
Kamis (4/9/2025) – Pemerintah Desa Campang Gijul, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, melaksanakan Rembuk Stunting Tahun 2025 pada Rabu (3/9/2025) di Balai Desa Campang Gijul. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, lembaga desa, hingga tokoh masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Abung Pekurun, Kepala BKKBN, Kepala KUA, Kepala Puskesmas, pendamping desa, BPD, LPM, Babinkamtibmas, Babinsa, bidan desa, Ketua TP-PKK, perangkat desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Kepala Desa Campang Gijul, Johan Wahyudi, menegaskan bahwa rembuk ini merupakan momentum penting dalam merumuskan langkah strategis penanganan stunting.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rembuk stunting ini merupakan bentuk komitmen bersama lintas sektor untuk menekan angka stunting di desa kita. Semoga hasil dari pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga:  *Judul: "Membangun Iman yang Kuat di Tengah Tantangan"*

Beberapa hasil kesepakatan dalam rembuk stunting antara lain:

1. Peningkatan pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi balita dan ibu hamil.

2. Pelayanan kesehatan rutin setiap bulan dengan pemantauan gizi anak dan ibu.

3. Melengkapi sarana kesehatan, termasuk penggunaan timbangan digital dan pengecekan berkala.

4. TP-PKK bersama kader posyandu melakukan jemput bola dengan mendatangi langsung warga yang masuk kategori gizi buruk.

Sebagai bentuk penegasan komitmen, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Rembuk Stunting 2025 oleh Kepala Desa bersama perwakilan unsur terkait, yang akan menjadi dasar tindak lanjut program pencegahan stunting di Desa Campang Gijul.

Dengan adanya rembuk ini, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat bersinergi untuk menurunkan angka stunting, sehingga generasi mendatang tumbuh lebih sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kisah Pilu di Balik Pembongkaran Bangunan Liar Jalan Eyckman: Sri Pasrah Lapak 20 Tahun Rata dengan Tanah
‎PGRI Aceh Singkil Teguhkan Dukungan Terhadap Program Pendidikan Bupati Demi Mewujudkan Generasi Unggul dan Martabat ‎
Pemkab Bandung Optimistis Capai 100 Persen Kepatuhan Pelaporan Pajak Sebelum Rekonsiliasi Juni 2026
Diduga Aksi Berulang, Warga Kalbar Pertanyakan Ketegasan Aparat Tangani Dugaan Penipuan dan Tindak Kekerasan
Tinjau Lokasi SNT di Lae Saga, Kadisdik Subulussalam: Hanya 50 Daerah di Indonesia Dapat Program Ini
Tinjau Lokasi 20 Hektare, Wali Kota Subulussalam Bawa Tim Verifikasi Pusat ke Calon Lahan Sekolah Nasional Integritas di Lae Saga
Menanam Integritas Sejak Dini: KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi untuk Sekolah
‎Perkebunan Astra Adakan Bakti Sosial di Aceh Singkil Berupa Donor Darah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:26 WIB

Kisah Pilu di Balik Pembongkaran Bangunan Liar Jalan Eyckman: Sri Pasrah Lapak 20 Tahun Rata dengan Tanah

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:08 WIB

‎PGRI Aceh Singkil Teguhkan Dukungan Terhadap Program Pendidikan Bupati Demi Mewujudkan Generasi Unggul dan Martabat ‎

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:14 WIB

Pemkab Bandung Optimistis Capai 100 Persen Kepatuhan Pelaporan Pajak Sebelum Rekonsiliasi Juni 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:06 WIB

Diduga Aksi Berulang, Warga Kalbar Pertanyakan Ketegasan Aparat Tangani Dugaan Penipuan dan Tindak Kekerasan

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:26 WIB

Tinjau Lokasi SNT di Lae Saga, Kadisdik Subulussalam: Hanya 50 Daerah di Indonesia Dapat Program Ini

Berita Terbaru