Heboh Isu Kompensasi Rp 300 Juta PLTA Kerinci Merangin Hidro Luruskan Fakta Sebenarnya

- Penulis

Senin, 1 September 2025 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi KOMPAS1.id
Kerinci — Manajemen PLTA Kerinci Merangin Hidro (KMH) memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi mengenai kompensasi sebesar Rp300 juta per Kepala Keluarga (KK) untuk masyarakat terdampak pembangunan proyek PLTA di Kabupaten Kerinci, Jambi.

Perwakilan PLTA KMH, Aslori, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Menurutnya, perusahaan sama sekali tidak pernah membuat janji atau komitmen resmi mengenai pemberian kompensasi dalam jumlah yang disebutkan.

“Informasi soal kompensasi Rp300 juta per KK bukan berasal dari kami. Itu merupakan tuntutan sebagian masyarakat, bukan janji dari pihak PLTA KMH,” tegas Aslori saat dikonfirmasi pada Jumat (22/8/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen PLTA KMH: Transparan dan Sesuai Aturan

Aslori menambahkan, pihaknya memastikan seluruh tahapan pembangunan PLTA Kerinci Merangin Hidro dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. Hal ini mencakup proses pengelolaan dampak sosial dan lingkungan agar proyek dapat berjalan tanpa menimbulkan konflik di masyarakat.

Baca Juga:  Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Kesesi Pekalongan

Manajemen PLTA KMH juga berkomitmen memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan tokoh masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan informasi tersampaikan dengan jelas serta meminimalisir potensi kesalahpahaman di lapangan.

Proyek Strategis Nasional untuk Energi Bersih

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor energi terbarukan, PLTA Kerinci Merangin Hidro diharapkan dapat meningkatkan pasokan energi listrik ramah lingkungan di Provinsi Jambi dan wilayah sekitarnya.

Selain mendukung penyediaan energi bersih, keberadaan PLTA KMH juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan terdampak.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Pembangunan ini bukan hanya untuk perusahaan, tetapi untuk kepentingan masyarakat luas,” tutup Aslori.(Putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Kesesi Pekalongan
Menolak Bodoh karena ‘Judol’*
Polres Aceh Singkil Mengucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Apel Pagi Rutin Kecamatan Bojongloa Kidul, Bahas Penandatanganan Kontrak Kerja
Emin Suryana (Zibril) Terpilih Memimpin Desa Taman Rahayu, Ajak Warga Kembali Bersatu
Leganya Warga Kesesi Pekalongan, Deretan Jeriken Akhirnya Terisi Air Bersih Bantuan Propam Polri
Wali Kota HRB Gencarkan Kampanye Literasi, Lahirkan Generasi Penerus Jejak Syekh Hamzah Fansyuri
Karhutla di Kandangserang, Petugas Gabungan Sisir Hutan Perhutani Padamkan Kobaran Api
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 04:07 WIB

Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Kesesi Pekalongan

Selasa, 22 September 2026 - 03:41 WIB

Menolak Bodoh karena ‘Judol’*

Selasa, 22 September 2026 - 03:37 WIB

Polres Aceh Singkil Mengucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Selasa, 22 September 2026 - 01:32 WIB

Apel Pagi Rutin Kecamatan Bojongloa Kidul, Bahas Penandatanganan Kontrak Kerja

Selasa, 22 September 2026 - 00:10 WIB

Emin Suryana (Zibril) Terpilih Memimpin Desa Taman Rahayu, Ajak Warga Kembali Bersatu

Berita Terbaru

Uncategorized

Menolak Bodoh karena ‘Judol’*

Selasa, 22 Sep 2026 - 03:41 WIB