SUBULUSSALAM — KOMPAS1.id || Kehadiran empat orang yang mengaku sebagai wartawan Trans TV dari Medan memicu kegelisahan di kalangan kepala sekolah penerima program revitalisasi bangunan di wilayah Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Keempat orang tersebut bergerombol mendatangi sejumlah sekolah Di Desa semolap yang diketahui mendapat alokasi dana revitalisasi, kehadirannya dinilai mencurigakan dan tidak dikenal oleh insan pers setempat.
Beberapa kepala sekolah yang dikunjungi menyampaikan kekhawatirannya, mengingat keempat orang tersebut tidak dikenal di lingkungan jurnalisme Kota Subulussalam.
“Saya kenal semua rekan wartawan yang bertugas di Subulussalam, namun yang datang ini satupun tidak saya kenal. Rekan-rekan pers yang saya tanyakan juga tidak ada yang mengenal mereka,” ungkap salah satu penerima dana revitalisasi, Sabtu (26/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihaknya juga mempertanyakan logika kehadiran media nasional ke daerah tersebut secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan resmi.
“Trans TV itu media nasional, tidak mungkin secara tiba-tiba mendatangi daerah terpencil seperti kami ini tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Hal ini terasa tidak wajar dan mencurigakan,” tambahnya.
Kepada seluruh rekan penerima bantuan revitalisasi, pihaknya mengimbau agar berhati-hati dan tidak meladeni permintaan atau tindakan yang tidak lazim dari oknum-oknum tersebut.
“Kami imbau agar berhati-hati, jangan mudah meladeni mereka. Bila perlu, segera laporkan kepada aparat penegak hukum agar tidak merugikan pihak sekolah maupun proses pelaksanaan pekerjaan yang sedang berjalan,” tegasnya.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Trans TV maupun kepolisian terkait keberadaan oknum-oknum tersebut di wilayah Subulussalam. Masyarakat dan pihak sekolah diharapkan tetap waspada dan memverifikasi identitas siapa pun yang mengaku sebagai awak media sebelum memberikan informasi atau menerima kunjungan.
Reporter/Ramona








