Sabirin Hutabarat,Kehadiran Polisi di Lae Saga: Sebelum Dipersoalkan, Ada Surat dan Panggilan 110

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas 1 id
SUBULUSSALAM, Kehadiran personel kepolisian di lokasi sengketa lahan Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkib, pada Senin, 22 September 2026, dinilai perlu dilihat secara utuh. Pemilik lahan, Sobirin Hutabarat, menegaskan bahwa aparat tidak datang secara tiba-tiba, melainkan setelah pihaknya terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan tertulis pada 19 September 2026 kepada Kapolsek Longkib dan surat juga di tembuskan kepada Polda Aceh, Kapolres Subulussalam, Camat Longkib, dan Kepala Kampong,

Menurut Sobirin, ketika situasi di lapangan membutuhkan pengamanan, dirinya kembali mengambil langkah melalui jalur resmi dengan menghubungi Call Center Polisi 110. Karena itu, munculnya pertanyaan mengenai alasan kehadiran polisi dinilai perlu ditempatkan dalam konteks yang sebenarnya: ketika potensi konflik sudah terlihat, apakah aparat seharusnya diam atau justru turun untuk mencegah keadaan semakin buruk?

Yang juga perlu diluruskan, kata Sobirin, bukan hanya personel kepolisian yang berada di lokasi. Turut hadir unsur pemerintahan, termasuk utusan Camat Longkib, Kepala Mukim Longkib, dan Kepala Kampong Lae Saga. Kehadiran lintas unsur tersebut justru menunjukkan bahwa persoalan di lapangan memang membutuhkan pengawasan dan pengamanan agar tidak berkembang menjadi benturan antar pihak. “Untung saja polisi turun. Kalau tidak, kami khawatir situasi semakin memanas dan bisa terjadi pertumpahan darah,” tegasnya.
Dalam situasi tersebut, pihak pemilik lahan juga menyebut terdapat tandan buah sawit sekitar 1.155 kilogram atau 1,155 ton yang diambil dari lokasi. Sobirin menyatakan pengambilan tersebut diduga dilakukan oleh sejumlah orang, sebagian disebut berasal dari luar Kota Subulussalam, yang menurut keterangannya diduga atas suruhan seseorang berinisial S. Yang bekerja di Setdako subulussalan Persoalan tersebut tidak hendak diputuskan secara sepihak, melainkan telah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diperiksa dan dibuktikan berdasarkan hukum.

Sobirin juga mengapresiasi langkah kepolisian yang mengamankan dan mengawal buah sawit tersebut dari lokasi. Menurutnya, tindakan pengamanan itu penting untuk mencegah terjadinya pengambilan kembali secara sepihak sebelum persoalan memperoleh kejelasan hukum. Ia menegaskan bahwa dirinya telah melaporkan persoalan tersebut ke Mapolres Subulussalam dan meminta agar segera ditindaklanjuti karena apabila dibiarkan, bukan tidak mungkin pengambilan buah sawit kembali terjadi dan memicu konflik baru.

Karena itu, pihak pemilik lahan menilai narasi yang hanya menyoroti “kehadiran tiga personel polisi” tanpa menjelaskan rangkaian peristiwa sebelumnya berpotensi memberikan gambaran yang tidak utuh kepada publik. Ada surat pemberitahuan, ada tembusan kepada pejabat kepolisian yang lebih tinggi, ada panggilan 110, dan ada pula unsur pemerintahan yang turun ke lapangan. Dalam konteks seperti ini, kehadiran aparat justru patut dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan mencegah konflik, bukan otomatis ditafsirkan sebagai keberpihakan kepada salah satu pihak.

Sobirin menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian serta unsur pemerintahan yang hadir di lokasi karena dinilai telah mengambil langkah yang mampu menjaga situasi tetap terkendali. “Kami sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada kepolisian. Polisi hadir bersama unsur pemerintahan, melihat langsung kondisi di lapangan, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi,” ujarnya. Kini, pihaknya menyerahkan proses selanjutnya kepada aparat penegak hukum dan berharap seluruh persoalan Lae Saga diselesaikan secara profesional, transparan, serta berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Reporter/ramona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

🇮🇩 FIFA ASEAN CUP 2026 Resmi Bergulir, Indonesia Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana
Modus Sewa Sepeda Motor Lalu Digadaikan, Oknum Kades di Pekalongan Ditangkap Polisi
Dandim Purworejo Anjangsana ke Pimpinan Ponpes Sabilul Muttaqin, Pererat Silaturahmi TNI dan Ulama
JEMBATAN PENGHUBUNG ANTARA KAMPUNG CIEAR DAN KAMPUNG LEBAK SITU AMBRUK, WARGA LEBAK SITU BANGUN SWADAYA DAN MINTA PEMERINTAH TURUN TANGAN”
Dinkes Gelar Diskusi SDMK, Dorong Nakes Semakin Profesional
BIMTEK PERCEPATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA BENCANA SUMATERA DIBUKA, DINAS PERTANIAN ACEH SINGKIL SIAP PULIHKAN SEKTOR PERTANIAN
Polsek pakuan Ratu Ringkus Diduga Pelaku Curat dan Penggelapan Sepeda Motor
DARI PEMILAH SAMPAH MENJADI KEPALA DESA: SURYA BIN SAMID BANGUN MEKARWANGI DENGAN HATI DAN RENCANA NYATA
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:05 WIB

🇮🇩 FIFA ASEAN CUP 2026 Resmi Bergulir, Indonesia Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana

Kamis, 24 September 2026 - 11:59 WIB

Modus Sewa Sepeda Motor Lalu Digadaikan, Oknum Kades di Pekalongan Ditangkap Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 11:06 WIB

Dandim Purworejo Anjangsana ke Pimpinan Ponpes Sabilul Muttaqin, Pererat Silaturahmi TNI dan Ulama

Kamis, 24 September 2026 - 10:43 WIB

Sabirin Hutabarat,Kehadiran Polisi di Lae Saga: Sebelum Dipersoalkan, Ada Surat dan Panggilan 110

Kamis, 24 September 2026 - 10:04 WIB

Dinkes Gelar Diskusi SDMK, Dorong Nakes Semakin Profesional

Berita Terbaru