JEMBATAN PENGHUBUNG ANTARA KAMPUNG CIEAR DAN KAMPUNG LEBAK SITU AMBRUK, WARGA LEBAK SITU BANGUN SWADAYA DAN MINTA PEMERINTAH TURUN TANGAN”

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK, Banten -Media Kompas1.id”
Kondisi infrastruktur di Kampung Lebak Situ, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali menjadi perhatian masyarakat. Sebuah jembatan yang selama ini menjadi akses penting warga mengalami kerusakan hingga akhirnya ambruk. Karena membutuhkan akses tersebut untuk aktivitas sehari-hari, masyarakat berinisiatif melakukan pembangunan secara swadaya dan bergotong royong.

Jembatan tersebut diduga ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah cukup lama dan mengalami kerapuhan. Kerusakan jembatan dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama karena jalur tersebut menjadi salah satu akses penghubung antara wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dengan wilayah Bogor, Jawa Barat.

Kondisi tersebut membuat warga tidak tinggal diam. Dengan kemampuan dan sumber daya yang ada, masyarakat Kampung Lebak Situ bersama-sama melakukan pembangunan dan perbaikan secara swadaya. Semangat gotong royong terlihat dalam kegiatan tersebut sebagai upaya agar akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan lebih baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaan pembangunan, kegiatan masyarakat tersebut juga didampingi oleh Babinsa Lebak Gedong TNI, bapak Sukirman dan Bhabinkamtibmas Lebak Gedong. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung.

Namun, masyarakat menyadari bahwa pembangunan jembatan yang memiliki fungsi sebagai akses penghubung antarwilayah tidak cukup jika hanya mengandalkan kemampuan warga. Dibutuhkan dukungan anggaran dan penanganan teknis dari pemerintah agar jembatan dapat dibangun secara kuat, aman, dan layak digunakan dalam jangka panjang.

Masyarakat Kampung Lebak Situ pun meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten agar segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi jembatan serta memberikan bantuan pembangunan.

Baca Juga:  Saatnya Garut Menetapkan Siaga Bencana

“Kami berharap pemerintah segera melihat kondisi jembatan ini dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses penghubung bagi warga,” ungkap masyarakat setempat.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga segera mengambil langkah konkret melalui program pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Menurut warga, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, akses pendidikan, hingga hubungan antarwilayah.

Masyarakat juga berharap apabila dilakukan pembangunan permanen, konstruksi jembatan dapat disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan kendaraan maupun warga yang melintas. Dengan demikian, kejadian serupa diharapkan tidak kembali terjadi.

Gotong royong masyarakat pada akhirnya menunjukkan bahwa warga memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan daerah. Namun, masyarakat juga berharap pemerintah hadir memberikan dukungan, mengingat pembangunan infrastruktur membutuhkan biaya dan kemampuan teknis yang tidak sedikit.

Warga Kampung Lebak Situ meminta Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten segera memberikan perhatian serta bantuan untuk pembangunan jembatan tersebut demi keselamatan dan kelancaran akses masyarakat.

Kegiatan pembangunan swadaya masyarakat tersebut berlangsung pada 24 September 2026 di Kampung Lebak Situ, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

( Aris Prastio”Korwil )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

🇮🇩 FIFA ASEAN CUP 2026 Resmi Bergulir, Indonesia Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana
Modus Sewa Sepeda Motor Lalu Digadaikan, Oknum Kades di Pekalongan Ditangkap Polisi
Dandim Purworejo Anjangsana ke Pimpinan Ponpes Sabilul Muttaqin, Pererat Silaturahmi TNI dan Ulama
Sabirin Hutabarat,Kehadiran Polisi di Lae Saga: Sebelum Dipersoalkan, Ada Surat dan Panggilan 110
Dinkes Gelar Diskusi SDMK, Dorong Nakes Semakin Profesional
BIMTEK PERCEPATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA BENCANA SUMATERA DIBUKA, DINAS PERTANIAN ACEH SINGKIL SIAP PULIHKAN SEKTOR PERTANIAN
Polsek pakuan Ratu Ringkus Diduga Pelaku Curat dan Penggelapan Sepeda Motor
DARI PEMILAH SAMPAH MENJADI KEPALA DESA: SURYA BIN SAMID BANGUN MEKARWANGI DENGAN HATI DAN RENCANA NYATA
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:05 WIB

🇮🇩 FIFA ASEAN CUP 2026 Resmi Bergulir, Indonesia Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana

Kamis, 24 September 2026 - 11:59 WIB

Modus Sewa Sepeda Motor Lalu Digadaikan, Oknum Kades di Pekalongan Ditangkap Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 11:06 WIB

Dandim Purworejo Anjangsana ke Pimpinan Ponpes Sabilul Muttaqin, Pererat Silaturahmi TNI dan Ulama

Kamis, 24 September 2026 - 10:43 WIB

Sabirin Hutabarat,Kehadiran Polisi di Lae Saga: Sebelum Dipersoalkan, Ada Surat dan Panggilan 110

Kamis, 24 September 2026 - 10:04 WIB

Dinkes Gelar Diskusi SDMK, Dorong Nakes Semakin Profesional

Berita Terbaru