Kompas.id
BANDUNG — Pesawat angkut strategis milik Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force), Boeing C-17 Globemaster III, mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (31/8/2026) malam.
Kedatangan pesawat militer berukuran besar tersebut sontak menarik perhatian warga. Raungan empat mesin turbofan C-17 terdengar cukup keras ketika pesawat melakukan pendaratan di kawasan Bandara Husein Sastranegara.
Dokumentasi kedatangan pesawat tersebut kemudian beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @bdospotters_ng yang memperlihatkan C-17 Globemaster III saat melakukan pendaratan di Husein Sastranegara. Dalam unggahan tersebut, pesawat disebut sebelumnya melakukan penerbangan dari Palembang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesawat tersebut kemudian kembali meninggalkan Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 21.00 WIB.
Farhan Benarkan Kedatangan C-17
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan adanya pesawat militer Amerika Serikat yang mendarat di Bandara Husein Sastranegara.
Menurut Farhan, Husein Sastranegara masih memiliki fungsi penting sebagai salah satu pangkalan logistik bagi kebutuhan Angkatan Udara.
«“Husein itu menjadi pangkalan logistik untuk Angkatan Udara. Yang saya tahu, di sana ada CN-295, Hercules C-130, dan Airbus A400M,” kata Farhan saat ditemui di kawasan Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026).»
Farhan menduga kedatangan C-17 Globemaster III berkaitan dengan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam mendukung kegiatan latihan militer.
«“Jadi mungkin ada kerja sama dengan Amerika. Globemaster itu untuk memastikan latihan, latihan logistik,” ujarnya.»
Keterangan Farhan tersebut muncul bersamaan dengan berlangsungnya Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026, yang resmi dibuka Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Bandung pada Senin (31/8/2026).
Bukan 17, TNI Sebut 21 Negara Terlibat
Farhan sebelumnya menyebut latihan gabungan yang akan berlangsung di wilayah Kabupaten Bandung melibatkan sekitar 17 negara.
Namun, berdasarkan keterangan resmi TNI, jumlah peserta Super Garuda Shield 2026 ternyata mencapai 21 negara, dengan total 4.743 personel militer.
Ke-21 negara tersebut yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Latihan tersebut berlangsung mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026 dan digelar di sejumlah wilayah Indonesia, antara lain Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja di Sumatera Selatan, serta Nunukan, Kalimantan Utara.
Panglima TNI mengatakan Super Garuda Shield tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kemampuan tempur. Latihan tersebut juga menjadi sarana diplomasi pertahanan, pertukaran kemampuan, serta peningkatan interoperabilitas antara militer Indonesia dan negara-negara mitra.
C-17 Memang Dikerahkan untuk Latihan
Keterkaitan C-17 Globemaster III dengan Super Garuda Shield 2026 semakin kuat setelah Panglima TNI menyebut Amerika Serikat membawa sejumlah alutsista untuk latihan tahun ini.
Selain sistem roket HIMARS, Amerika Serikat juga mengerahkan pesawat angkut strategis C-17 Globemaster III untuk mendukung latihan penerjunan.
«“Amerika membawa HIMARS, kemudian juga membawa pesawat C-17 Globemaster untuk penerjunan,” kata Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam keterangan terkait pelaksanaan Super Garuda Shield 2026.»
Dengan demikian, pendaratan C-17 di Husein Sastranegara pada Senin malam sangat mungkin berkaitan dengan rangkaian dukungan logistik dan operasional Super Garuda Shield. Namun, untuk memastikan misi spesifik pesawat tersebut, diperlukan keterangan resmi dari pihak TNI atau US Air Force.
C-17, Pesawat Angkut Strategis Berkemampuan Tinggi
Boeing C-17 Globemaster III bukan pesawat tempur dalam pengertian pesawat yang digunakan untuk dogfight. Pesawat ini merupakan strategic and tactical airlift aircraft, yang dirancang untuk mengangkut pasukan, kendaraan, peralatan militer, dan berbagai jenis logistik dalam jumlah besar.
Berdasarkan data resmi US Air Force, C-17 memiliki panjang sekitar 53 meter, bentang sayap sekitar 51,75 meter, serta tinggi hampir 16,8 meter.
Pesawat ini ditenagai empat mesin Pratt & Whitney F117-PW-100 dengan daya dorong masing-masing sekitar 40.440 pound.
C-17 memiliki kapasitas muatan maksimum sekitar 77,5 ton, sedangkan berat maksimum saat lepas landas mencapai sekitar 265,35 ton. Pesawat tersebut juga dapat membawa hingga 102 pasukan atau penerjun, tergantung konfigurasi misinya.
Salah satu kemampuan yang membuat C-17 menonjol adalah kemampuannya beroperasi dari landasan yang relatif pendek dibandingkan ukuran pesawatnya. US Air Force menyebut C-17 dapat lepas landas dan mendarat pada landasan sepanjang sekitar 1.064 meter dalam kondisi tertentu.
Karakteristik tersebut membuat C-17 cocok digunakan untuk mendukung operasi militer yang membutuhkan mobilitas logistik tinggi.
Husein Dinilai Mampu Menerima C-17
Terkait pendaratan pesawat berukuran besar tersebut, Farhan menyebut landasan Bandara Husein Sastranegara memiliki panjang sekitar 2.400 meter.
Ia memastikan panjang landasan tersebut masih memungkinkan bagi pesawat seperti C-17 Globemaster III untuk beroperasi.
«“Cukup. Panjangnya 2.400 meter, tapi bisa untuk Globemaster. Yang penting mah jangan F-35 aja,” ujar Farhan.»
Kemampuan C-17 untuk menggunakan landasan pendek memang menjadi salah satu karakteristik utama pesawat tersebut. US Air Force menyebut C-17 dirancang untuk beroperasi dari lapangan udara kecil maupun landasan yang memiliki keterbatasan.
Super Garuda Shield Digelar di Tengah Peningkatan Kerja Sama Pertahanan
Super Garuda Shield 2026 menjadi salah satu latihan multinasional terbesar yang digelar TNI tahun ini.
Selain latihan operasi militer, kegiatan tersebut mencakup berbagai materi, termasuk latihan siber, operasi lintas udara, hingga latihan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).
TNI menyebut terdapat 12 materi latihan yang dilaksanakan dalam rangkaian SGS 2026. Kehadiran pasukan dan alutsista dari berbagai negara menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan bekerja sama antarangkatan bersenjata.
Bagi Bandung, kegiatan ini juga menjadi perhatian karena pembukaan Super Garuda Shield 2026 dilaksanakan di Gedung Graha Widya Adibrata, Sesko TNI, pada Senin (31/8/2026), bertepatan dengan hari ketika C-17 Globemaster III mendarat di Bandara Husein Sastranegara.
Dengan adanya konfirmasi Panglima TNI bahwa C-17 memang dikerahkan Amerika Serikat untuk mendukung latihan penerjunan, pendaratan pesawat raksasa tersebut di Bandung semakin memperlihatkan peran wilayah Jawa Barat dalam rangkaian Super Garuda Shield 2026.
Pesawat raksasa itu pun bukan sekadar menarik perhatian karena ukuran dan suara mesinnya. Kehadirannya menjadi bagian dari mobilitas logistik dan dukungan operasi dalam latihan militer multinasional yang melibatkan ribuan personel dari 21 negara.Jurnalis Joepin











