*Jebakan Jabatan*

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 03:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Oleh : Idat Mustari**

Jabatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi. Jabatan biasanya mencerminkan hierarki atau struktur organisasi dan menentukan wewenang, tanggung jawab, dan tugas yang harus dilakukan oleh pemegang jabatan tersebut.

Varian jabatan pun beragam. Di dunia korporat/perusahaan ada istilah Direktur, manager, kepala cabang. Di pemerintahan/ birokrasi ada istilah Kadis (kepala Dinas), Kaban (Kepala Badan), Dirjen (Direktur Jendral). Di organisasi biasanya pemimpin tertinggi sebutannya Ketum (Ketua Umum), Sekjend (Sekretaris jendral) atau Ketua di tingkat provinsi atau Kota dan kabupaten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dunia profesional, kata “jabatan” sering kali menjadi magnet yang menarik perhatian banyak orang. Sebagian besar pekerja berlomba-lomba untuk naik jabatan demi mendapatkan status sosial yang lebih tinggi, fasilitas yang lebih baik, atau peningkatan finansial. Semakin tinggi jabatan maka semakin besar fasilitas yang didapat dibandingkan dengan yang tidak punya jabatan.

Namun, makna jabatan sebenarnya jauh lebih dalam daripada sekadar kartu nama baru atau ruangan kerja yang lebih luas atau fasilitas yang lebih bagus. Yakni bahwa jabatan adalah sebuah mandat. Ketika seseorang menduduki posisi baru—terutama posisi manajerial atau eksekutif—organisasi sebenarnya sedang menitipkan dua hal mendasar: kepercayaan (trust) dan tanggung jawab (responsibility).

Semakin tinggi jabatan seseorang di sebuah perusahaan maka semakin besar tanggung jawab yang diemban. Salah satu tugas berat sekaligus mulia adalah berpikir bukan bagaimana sejahtera dirinya karena jabatannya tetapi bagaimana membuat sejahtera orang dibawahnya.

Jabatan dalam pandangan Islam adalah amanah. Amanah yang akan diminta pertanggungjawaban. Tanggungjawabnya bukan saja horizontal (keduniaan), tetapi juga vertikal (keakhiratan). Rasulullah melalui sabdanya “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin pasti diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin” (HR. Muslim).

Baca Juga:  Polres Aceh Singkil Lakukan Pengamanan Eksekusi Terpidana YM Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung

Bahkan Islam mengajarkan untuk tidak sombong dengan jabatan. Sebab seseorang punya jabatan bukan karena dirinya melainkan karena Allah swt. Allah SWT Berfirman : “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kapada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali-Imran : 26)

*Jebakan Sindrom Jabatan*

Jabatan itu bisa merubah watak dan karakter seseorang. Dalam ilmu psikologi disebut power trip atau sindrom jabatan, hingga yang asalnya rendah hati, baik, berubah jadi otoriter. Ada juga seseorang setelah punya jabatan, jadi memandang rendang pendapat orang lain, atau tidak senang mendapat koreksi, dalam psikologi disebut Sindrom Hubris.

Namun sebenarnya bukan karakter seseorang itu berubah karena jabatan, melainkan jabatan mampu membuka topeng atau karakter asli seseorang. Seperti Qoute dari Presiden ke 16 Amerika, Abraham Lincoln,” “Bila kau ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan.”

Terakhir kata, bagi siapapun yang dapat jabatan, ingatlah bahwa jabatan itu sementara dan pasti berakhir, dan  orang lain pun akan  melupakannya , namun konstribusi positif, inspirasi yang bermakna lah yang akan dikenang.

Wallahu’alam
Semoga Bermanfaat

**Penulis Buku Bekerja Karena Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerbong Mutasi Polres Pekalongan Bergerak, AKBP Rachmad C. Yusuf Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi
LAPAS GARUT TRANSPARAN, GRATIS DAN BEBAS PUNGLI
BUKTI AUTENTIKASI ASABRI ATAS NAMA RIKHA PERMATASARI
Bupati Lampung Utara Terima Kunjungan Kepala Bapas Kotabumi, Bahas Implementasi Pidana Kerja Sosial
Gunaido Uthama Tekankan Kinerja Tanpa Tunda: Disiplin Pegawai Kominfo Lampura Jadi Perhatian
Investor Banten Bidik Lampung Utara, Penataan Kota Jadi Sasaran Kerja Sama
Posko Tiga Pilar “Jaga Bekasi – Jaga Jakarta” Resmi Digelar di Perbatasan Setu, Tekankan Sinergi & Waspada Hoaks
Kebakaran Hebat Melanda Jalan Nakula Sunset Road Denpasar, Bermula dari Aktivitas Memasak Air
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 03:33 WIB

Gerbong Mutasi Polres Pekalongan Bergerak, AKBP Rachmad C. Yusuf Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

Rabu, 2 September 2026 - 03:28 WIB

*Jebakan Jabatan*

Rabu, 2 September 2026 - 00:41 WIB

LAPAS GARUT TRANSPARAN, GRATIS DAN BEBAS PUNGLI

Selasa, 1 September 2026 - 19:39 WIB

BUKTI AUTENTIKASI ASABRI ATAS NAMA RIKHA PERMATASARI

Selasa, 1 September 2026 - 13:59 WIB

Bupati Lampung Utara Terima Kunjungan Kepala Bapas Kotabumi, Bahas Implementasi Pidana Kerja Sosial

Berita Terbaru

Berita

*Jebakan Jabatan*

Rabu, 2 Sep 2026 - 03:28 WIB

Uncategorized

Purna Bakti Tuti Kusmiati, Dedikasi yang Tak Akan Dilupakan

Rabu, 2 Sep 2026 - 02:39 WIB