
Ogan Ilir – Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jalan dan Jembatan Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Raja Utara, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, tampak kosong melompang tanpa kehadiran satu pun pegawai saat awak media berkunjung, Senin (31/8/2026).
Kedatangan awak media bermaksud menemui Kepala UPTD Jalan dan Jembatan. Namun, kondisi kantor yang baru selesai dibangun pada tahun 2021 ini terlihat sepi seolah tak berpenghuni. Padahal, pembangunan gedung berlantai dua dengan luas bangunan mencapai 418 meter persegi ini telah menelan anggaran sebesar Rp3 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara fungsi, kantor tersebut seharusnya menjadi pusat pelayanan publik, pusat koordinasi, serta wadah menampung aspirasi masyarakat terkait pengelolaan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten OKI maupun Kabupaten Ogan Ilir.
Sayangnya, investasi dana rakyat yang begitu besar ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Awak media juga berupaya menghubungi Kepala UPTD Jalan dan Jembatan OKI–OI, Ir. M. Rino Abi Susanto, melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon sebanyak dua kali, namun hingga berita ini diturunkan tidak ada tanggapan.
Kondisi ini tentu memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Mengapa fasilitas publik yang dibangun dengan biaya mahal justru dibiarkan kosong dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.pewarta Iskadi.












