MUSDAM Melayu ke-4 Silat Hulu: Merawat Adat, Menjaga Marwah Budaya di Tengah Perubahan Zaman

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
KAPUAS HULU — Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, masyarakat Melayu di wilayah Kepenggawaan Silat Hulu menunjukkan komitmen untuk tidak sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga memastikan nilai-nilai adat tetap relevan bagi kehidupan generasi masa kini dan masa depan.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Musyawarah Adat Melayu (MUSDAM) ke-4 Wilayah Kepenggawaan Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, yang dijadwalkan berlangsung di Aula Kantor Desa Nanga Ngeri, Kecamatan Silat Hulu.

Berdasarkan undangan resmi panitia, MUSDAM ke-4 mengangkat agenda pembahasan dan penyesuaian nilai adat, norma, seni, serta budaya di wilayah Kepenggawaan Silat Hulu. Kegiatan ini bukan sekadar ruang berkumpul para tokoh dan masyarakat adat, melainkan momentum untuk melihat kembali bagaimana adat dapat terus hidup, berkembang, dan memberikan arah di tengah dinamika kehidupan modern.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adat bukan sekadar cerita masa lalu. Adat adalah identitas, pedoman, dan warisan nilai yang menjadi bagian dari jati diri sebuah masyarakat.

Karena itu, menjaga adat bukan berarti menutup diri terhadap perubahan. Justru adat perlu dirawat dengan pikiran terbuka dan sikap bijaksana, sehingga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur dapat tetap menjadi pegangan di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan generasi masa kini.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang tertuang dalam undangan MUSDAM ke-4:

“Adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan kitabullah. Elok kata dengan mufakat, pucuk pandang dengan pemuka.”

Pesan tersebut memiliki makna yang sangat kuat bahwa setiap persoalan masyarakat hendaknya diselesaikan melalui musyawarah, mengedepankan kebijaksanaan, menghormati para pemuka, serta menjaga persatuan dan keharmonisan bersama.

Penggawa Silat Hulu: Adat Harus Menjadi Pegangan Generasi Muda

Bapak Salikin selaku Penggawa Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu turut mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menjadikan adat hanya sebagai simbol atau bagian dari acara seremonial.

Menurut semangat yang dibawa dalam MUSDAM ke-4, adat harus hadir dalam kehidupan sehari-hari—menjadi pedoman dalam bertutur kata, bersikap, menghormati orang tua, menjaga hubungan antarsesama, serta membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan bermartabat.

“Kita boleh mengikuti perkembangan zaman, kita boleh maju bersama teknologi, tetapi jangan sampai kemajuan membuat kita lupa akan akar budaya dan jati diri kita sendiri. Adat adalah warisan leluhur yang harus kita jaga, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak cucu kita di masa yang akan datang.”

Ajakan tersebut menjadi pesan penting bagi generasi muda Silat Hulu. Sebab, merekalah yang nantinya akan menjadi penerus dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya Melayu.

Generasi muda perlu memahami bahwa mengenal adat bukan berarti hidup dalam masa lalu. Sebaliknya, memahami adat adalah cara untuk memiliki pijakan yang kuat ketika menghadapi masa depan.

Baca Juga:  Pencabutan Nomor Urut Calon Kepala Desa Se-Kecamatan Rundeng Dilaksanakan Secara Terpusat

Kita bisa menjadi generasi yang modern tanpa kehilangan kesantunan. Kita bisa maju tanpa melupakan sejarah. Kita bisa mengikuti perkembangan dunia tanpa kehilangan identitas sebagai masyarakat Melayu.

MUSDAM Sebagai Ruang Belajar dan Menyatukan Hati

Dalam konteks generasi muda, forum MUSDAM juga menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting. Anak-anak muda perlu mengenal bukan hanya nama-nama adat dan tradisi, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya: sopan santun, tanggung jawab, persaudaraan, gotong royong, penghormatan kepada orang tua, serta pentingnya menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

Panitia MUSDAM Melayu ke-4 dipimpin oleh Zainal Abidin, S.A.P. selaku Ketua, dengan Abang Hendra Wirawan selaku Sekretaris. Sementara itu, kegiatan tersebut juga diketahui oleh Bapak Salikin selaku Penggawa Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu.

Kehadiran para tokoh adat, pemuka masyarakat, generasi muda, dan seluruh unsur masyarakat diharapkan mampu menghasilkan mufakat yang tidak hanya berbicara tentang bagaimana adat dipertahankan, tetapi juga bagaimana adat dapat menjadi kekuatan moral dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.

Sebab, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan jalan, gedung, ekonomi, maupun perkembangan teknologi. Kemajuan juga terlihat dari kemampuan masyarakat menjaga identitas, menghormati sejarah, merawat persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya.

Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang

MUSDAM ke-4 Silat Hulu menjadi pengingat bahwa modern bukan berarti melupakan akar. Maju bukan berarti meninggalkan adat. Dan perubahan zaman bukan alasan untuk kehilangan jati diri.

Justru dengan mengenal akar budaya, sebuah generasi akan memiliki pijakan yang kuat untuk melangkah lebih jauh.

Dari musyawarah, lahir kesepakatan.
Dari kesepakatan, lahir kebersamaan.
Dari kebersamaan, lahir kekuatan.
Dan dari kekuatan masyarakat yang bersatu, lahirlah budaya yang tetap hidup dan bermartabat.

Bapak Salikin selaku Penggawa Silat Hulu mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan MUSDAM bukan hanya sebagai forum membicarakan adat, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi, menyatukan pandangan, dan menanamkan kembali nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Sebab warisan terbesar dari para leluhur bukan hanya nama, gelar, maupun tradisi yang terlihat, tetapi nilai kebaikan yang mampu kita teruskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Adat dijaga. Budaya dirawat. Persaudaraan diperkuat. Generasi dikuatkan.

Karena masa depan yang besar akan lahir dari generasi yang berani menghadapi perubahan, tetapi tetap tahu dari mana mereka berasal.

Silat Hulu boleh terus melangkah maju bersama zaman, tetapi marwah budaya Melayu harus tetap hidup di hati masyarakatnya.

Reporter DIDY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SITUASI MEMANAS DI SENAYAN: POLISI BUBARKAN MASA UNJUK RASA YANG LEMPARKAN BENDA & BAKAR GERBANG DPR/MPR RI
WUJUDKAN PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS HAM: PENGGERAK HAM KANWIL LAMPUNG BERSAMA PUSKESMAS GEDUNG SURIAN GELAR PENGUATAN KAPASITAS DI PEKON TRIMULYO
*KOMPAS1.ID BANTAH MINTA SUMBANGAN, SIAP TINDAK OKNUM*
Siswa SDN 2 Maja Sari Antusias Menikmati Program MBG, Kepala Sekolah Turut Hadir
Asistensi Penguatan Kelembagaan Pembinaan Posyandu Dorong Layanan Dasar Terintegrasi hingga Tingkat Desa
Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Perkuat Fondasi Pembangunan Pesawaran
Audiensi di Jakarta: Pemko Subulussalam Perjuangkan Peningkatan Alokasi Transfer ke Daerah dari Pemerintah Pusat
BUDI RIZKIYANTO KECAM KERAS PENETAPAN LIMA WARTAWAN SEBAGAI TERSANGKA: JANGAN JADIKAN HUKUM SEBAGAI ALAT MEMBUNGKAM PERS
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:05 WIB

SITUASI MEMANAS DI SENAYAN: POLISI BUBARKAN MASA UNJUK RASA YANG LEMPARKAN BENDA & BAKAR GERBANG DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:04 WIB

WUJUDKAN PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS HAM: PENGGERAK HAM KANWIL LAMPUNG BERSAMA PUSKESMAS GEDUNG SURIAN GELAR PENGUATAN KAPASITAS DI PEKON TRIMULYO

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:22 WIB

*KOMPAS1.ID BANTAH MINTA SUMBANGAN, SIAP TINDAK OKNUM*

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Siswa SDN 2 Maja Sari Antusias Menikmati Program MBG, Kepala Sekolah Turut Hadir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Asistensi Penguatan Kelembagaan Pembinaan Posyandu Dorong Layanan Dasar Terintegrasi hingga Tingkat Desa

Berita Terbaru

Berita

*KOMPAS1.ID BANTAH MINTA SUMBANGAN, SIAP TINDAK OKNUM*

Kamis, 27 Agu 2026 - 12:22 WIB