*KAB.BANDUNG.Kompas1.Id*
Semangat kemerdekaan membara di kaki Gunung Lalakon. Sebanyak 1000 pemuda menggelar pengibaran bendera Merah Putih berukuran 10×5 meter secara estafet di kawasan wisata religi dan sejarah Gunung Lalakon.
Acara berlangsung *Minggu, 16 Agustus 2026* di pintu masuk Gunung Lalakon, *Kampung Batu Gajah, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung*.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh *Camat Kutawaringin Mamet Selamet, S.I.P., M.Si.* dengan pemotongan pita di titik start estafet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Camat Kutawaringin Mamet Selamet, S.I.P., http://M.Si.* menyampaikan rasa bangganya atas inisiasi pemuda.
*”Saya merasakan kebanggaan tersendiri dengan dibukanya Ikon Gunung Lalakon. Ini bukan hanya gunung biasa, tapi punya sejarah leluhur yang kita cintai. Mari kita jadikan momentum ini untuk membangkitkan cinta tanah air sekaligus memajukan pariwisata Kutawaringin,”* ujarnya.
*Dian Farid, S.H.*, Tokoh Kepemudaan sekaligus Calon Kepala Desa Jelegong PAW, menjelaskan makna lokasi kegiatan.
*”Situs cagar budaya Gunung Lalakon ini punya nilai sejarah tinggi. Dulu di era kepemimpinan Jagaraksa, tempat ini sakral. Bahkan Gunung Lalakon disebut sebagai gunung piramid terbesar di dunia dibanding gunung-gunung lain di Nusantara. Ini warisan yang harus kita jaga dan angkat,”* ungkapnya.
Salah satu pencetus kegiatan, *Aziz*, juga menegaskan komitmennya untuk pelestarian.
*”Saya akan terus melestarikan Gunung Lalakon ini. Kita jaga bersama dengan semboyan ‘Gunung Hejo, Rahayat Ngejo’. Artinya kalau gunungnya hijau, rakyatnya sejahtera. Pemuda harus jadi garda terdepan,”* katanya.
Pengibaran bendera estafet 10×5 meter ini menjadi simbol kebersamaan dan cinta tanah air menjelang HUT ke-81 RI. Selain upacara, kegiatan juga diisi bersih-bersih jalur pendakian dan sosialisasi menjaga situs cagar budaya.
Pemerintah Kecamatan Kutawaringin berharap Gunung Lalakon bisa menjadi destinasi wisata sejarah, religi, dan alam yang membanggakan warga Bandung Selatan.*Linggaraja*













