Sekolah Lapang Kelompok Tani Lampung Utara Jadi Ruang Penguatan Kapasitas dan Praktik Pertanian

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung utara,- KOMPAS1.id || Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Kelompok Tani sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola usaha pertanian secara lebih efektif.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran langsung bagi kelompok tani untuk memahami berbagai teknik yang dapat diterapkan di lapangan.

Sekolah lapang tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga mendorong peserta untuk berdiskusi dan melakukan praktik berdasarkan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah hasil kegiatan menunjukkan adanya pembahasan mengenai pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengelolaan kebun, hingga pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut adalah penerapan pemupukan yang tepat. Petani didorong untuk memahami kebutuhan tanaman dan menggunakan bahan pemupukan secara lebih terukur agar pertumbuhan tanaman serta hasil produksi dapat ditingkatkan.

Pendekatan praktik seperti ini diharapkan membuat pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi dapat langsung diterapkan di lahan masing-masing.

Selain pemupukan, peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai pemanfaatan bahan organik dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari pengelolaan pertanian.

Bahan-bahan yang mudah ditemukan, termasuk limbah organik, dapat diarahkan menjadi bagian dari praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga:  SKANDAL DI BALIK JUBAH JINGGA

Dengan demikian, petani memiliki alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan dari luar sekaligus memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitar kebun.

Peserta juga memperlihatkan adanya perhatian terhadap kebersihan lingkungan.

Pengelolaan sampah plastik dan limbah di sekitar lahan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar tidak mengganggu kondisi kebun maupun proses produksi.

Kebersihan lingkungan pertanian dinilai penting untuk menciptakan kawasan usaha tani yang sehat dan mendukung produktivitas dalam jangka panjang.

Dalam kegiatan tersebut turut dibahas praktik pembuatan bahan pendukung pertanian berbasis bahan organik.

Prosesnya dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia, kemudian diolah melalui tahapan tertentu sehingga dapat digunakan untuk membantu kebutuhan tanaman.

Praktik langsung semacam ini menjadi bagian penting dari sekolah lapang karena memberikan pengalaman kepada petani untuk mencoba teknologi sederhana dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Melalui Sekolah Lapang Kelompok Tani, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara diharapkan terus memperkuat kapasitas petani dari sisi pengetahuan, keterampilan, pengelolaan lingkungan, dan efisiensi usaha tani.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah untuk mendorong kelompok tani semakin mandiri, produktif, serta mampu mengembangkan praktik pertanian yang berkelanjutan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

 

 

 

Sumber / Samsir

Editor wep / Kompas1.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respon Cepat Call Center 110, Polisi Temukan Remaja Perempuan Asal Banten dengan Selamat di Way Kanan
Aktivitas Peliputan di SPBU 64.786.38, Larangan Dokumentasi Jadi Sorotan
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lebak memasuki babak baru yang dinamis.
Wali Kota Subulussalam Serahkan Proposal Sekolah Garuda ke KSP, Usai Sukses Lahirkan SR dan SNT
Warga Desa Perjuk dan Sekitarnya Kompak Bangun Jalan Alternatif Pasca-Jembatan Putus Diterjang Banjir
#BERKORBAN WALAUPUN DENGAN SETETES DARAH#, UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Garut Raya Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial
Pembatasan Subsidi Pertalite: Kelompok Mampu Siap-Siap Gigit Jari
Tajudin Pimpin Desa Bontai, Sambutan Hangat Warga Jadi Awal Semangat Baru Membangun Desa
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Respon Cepat Call Center 110, Polisi Temukan Remaja Perempuan Asal Banten dengan Selamat di Way Kanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Sekolah Lapang Kelompok Tani Lampung Utara Jadi Ruang Penguatan Kapasitas dan Praktik Pertanian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Aktivitas Peliputan di SPBU 64.786.38, Larangan Dokumentasi Jadi Sorotan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:53 WIB

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lebak memasuki babak baru yang dinamis.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:08 WIB

Warga Desa Perjuk dan Sekitarnya Kompak Bangun Jalan Alternatif Pasca-Jembatan Putus Diterjang Banjir

Berita Terbaru