Warga Desa Perjuk dan Sekitarnya Kompak Bangun Jalan Alternatif Pasca-Jembatan Putus Diterjang Banjir

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


KAPUAS HULU — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kepentingan bersama kembali ditunjukkan masyarakat Desa Perjuk, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Bersama warga dari desa-desa sekitar, masyarakat bahu-membahu membuka dan membangun jalan alternatif sebagai akses darat setelah jembatan penghubung utama mengalami kerusakan hingga putus akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Kegiatan berlangsung penuh semangat di bawah cuaca cerah yang menjadi penyemangat warga turun langsung ke lokasi. Dengan peralatan seadanya — mulai dari cangkul, parang, hingga mesin senso — warga bekerja bersama-sama membuka jalur yang dinilai memungkinkan untuk dijadikan akses darat pengganti sementara. Sebagian membersihkan semak belukar, sebagian menebang pepohonan yang menghalangi jalur, sementara yang lain meratakan dan membersihkan badan jalan.

Putusnya jembatan akibat terjangan banjir sebelumnya sangat berdampak pada aktivitas dan mobilitas warga. Jembatan yang menjadi akses penting mengalami kerusakan parah, sehingga masyarakat harus mencari jalur lain untuk tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, warga tidak tinggal diam dan berinisiatif membuka jalan alternatif secara swadaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan jalan alternatif ini sebenarnya sudah lama menjadi rencana masyarakat, namun pelaksanaannya baru dapat dilakukan setelah kondisi di lapangan memungkinkan. Sebelumnya, debit air yang masih cukup tinggi membuat pekerjaan pembukaan jalur belum bisa berjalan maksimal. Memasuki musim kemarau, debit air sungai semakin surut sehingga jalur sungai pun mulai sulit dilalui, termasuk bagi perahu maupun speed boat. Kondisi ini semakin mendorong masyarakat untuk mencari akses darat pengganti.

Bagi masyarakat di wilayah tersebut, akses transportasi memiliki peran sangat penting. Jalan dan jembatan bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan urat nadi yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan sehari-hari. Ketika akses utama terputus, dampaknya langsung dirasakan seluruh lapisan masyarakat — mulai dari mengantar anak sekolah, membawa hasil perkebunan ke pasar, hingga mendapatkan pelayanan kesehatan dan kebutuhan pokok.

Dalam kegiatan gotong royong tersebut, tidak ada pembagian berdasarkan jabatan maupun kedudukan. Setiap warga mengambil bagian sesuai kemampuannya. Ada yang membawa cangkul, ada yang menggunakan parang, dan ada pula yang mengoperasikan mesin senso. Semua dilakukan dengan satu tujuan: agar akses yang dibutuhkan dapat segera terbuka dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Baca Juga:  Pangdam XXI/Radin Inten Resmi Tutup TMMD ke-128 di Kalimiring, Bupati Tanggamus Ajak Warga Aktif Bangun Desa

Meskipun peralatan yang digunakan masih sangat sederhana, hal tersebut tidak menyurutkan semangat. Kekompakan terlihat nyata ketika warga Desa Perjuk saling membantu dengan warga desa lainnya menyelesaikan pekerjaan yang cukup berat tersebut.

Warga menyadari bahwa jalan yang dibangun secara swadaya belum tentu dalam kondisi sempurna. Namun, langkah kecil ini dianggap penting untuk membuka akses dan mengurangi kesulitan masyarakat. Harapannya, jalan ini dapat segera selesai dan bisa dilalui dengan lebih mudah serta aman.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Dukungan sangat diharapkan, baik dalam hal peningkatan kualitas jalan, pengerasan, pembangunan jembatan, maupun sarana penunjang lainnya. Dengan demikian, akses tersebut tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi dapat dikembangkan menjadi jalan yang layak dan bermanfaat dalam jangka panjang. Warga juga mendesak agar persoalan jembatan yang putus segera mendapatkan penanganan dan pembangunan kembali.

“Jalan ini kami buka bersama-sama karena akses sangat dibutuhkan masyarakat. Kami bekerja dengan alat yang ada dan sesuai kemampuan. Harapannya, jalan ini bisa membantu warga, terutama ketika jalur sungai sulit dilalui,” ungkap salah satu warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Semangat warga Desa Perjuk dan desa-desa sekitarnya patut menjadi teladan. Ketika menghadapi persoalan yang menyangkut kepentingan bersama, mereka tidak hanya menunggu bantuan, tetapi berusaha mengambil langkah nyata sesuai kemampuan yang dimiliki. Gotong royong ini bukan sekadar kegiatan membuka jalan, melainkan bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan yang mampu mengatasi kesulitan.

Jalan boleh terputus akibat banjir, tetapi semangat kebersamaan masyarakat tidak ikut terputus. Dari gotong royong hari ini, warga membuka bukan hanya sekadar jalur alternatif, melainkan juga membuka harapan baru untuk mobilitas, kemajuan, dan kesejahteraan bersama di masa depan.

Wffendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivitas Peliputan di SPBU 64.786.38, Larangan Dokumentasi Jadi Sorotan
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lebak memasuki babak baru yang dinamis.
Wali Kota Subulussalam Serahkan Proposal Sekolah Garuda ke KSP, Usai Sukses Lahirkan SR dan SNT
#BERKORBAN WALAUPUN DENGAN SETETES DARAH#, UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Garut Raya Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial
Pembatasan Subsidi Pertalite: Kelompok Mampu Siap-Siap Gigit Jari
Tajudin Pimpin Desa Bontai, Sambutan Hangat Warga Jadi Awal Semangat Baru Membangun Desa
198 Regu Pelajar Adu Kekompakan, Wakil Bupati Romli: Derap Langkah Adalah Semangat Kemerdekaan
PERSIB BIRU TUR KE PULAU DEWATA, HADAPI SABAH FC DAN BALI UNITED DI DEWATA CHALLENGE SERIES 2026.
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Aktivitas Peliputan di SPBU 64.786.38, Larangan Dokumentasi Jadi Sorotan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:53 WIB

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lebak memasuki babak baru yang dinamis.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:23 WIB

Wali Kota Subulussalam Serahkan Proposal Sekolah Garuda ke KSP, Usai Sukses Lahirkan SR dan SNT

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:08 WIB

Warga Desa Perjuk dan Sekitarnya Kompak Bangun Jalan Alternatif Pasca-Jembatan Putus Diterjang Banjir

Kamis, 13 Agustus 2026 - 02:53 WIB

Pembatasan Subsidi Pertalite: Kelompok Mampu Siap-Siap Gigit Jari

Berita Terbaru