Alat Berat Keluar-Masuk Tanpa Rambu, Tanah Berhamburan di Jalan Lintas Selatan Sejiram — Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Aktivitas keluar-masuk alat berat di kawasan Desa Na Lot, Kecamatan Sejiram, Kabupaten Kapuas Hulu, tepatnya di sekitar Jalan Lintas Selatan dekat Kafe Milano, kini menjadi sorotan para pengguna jalan.

Persoalan yang mengemuka bukan sekadar keberadaan alat berat, melainkan aspek keselamatan yang diabaikan selama aktivitas berlangsung. Material tanah berhamburan hingga menutupi sebagian badan jalan — menimbulkan debu saat cuaca kering dan membuat permukaan jalan menjadi sangat licin bila bercampur air. Bagi pengendara, khususnya pengendara sepeda motor, tanah tercecer di aspal mengurangi daya cengkeram ban dan meningkatkan risiko kendaraan kehilangan kendali.

Tanpa Rambu, Pengamanan Dipertanyakan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal lain yang mengkhawatirkan adalah tidak adanya rambu atau tanda peringatan bagi pengguna jalan di sekitar lokasi aktivitas. Padahal, UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Jalan mengatur bahwa penyelenggaraan jalan harus diarahkan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran. Pasal 24 menegaskan, apabila terdapat kondisi jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan belum dapat segera diperbaiki, wajib dipasang tanda atau rambu peringatan.

Selaras dengan itu, PP No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan juga menekankan bahwa perbuatan yang dapat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan merupakan gangguan terhadap fungsi jalan, dan harus dicegah.

Jangan Tunggu Hingga Ada Korban

Baca Juga:  Bus MGI dan Antrean di Persimpangan Kopo–Jalan Peta Ganggu Kelancaran Lalu Lintas

“Kecelakaan sering kali tidak diawali dari hal besar. Bisa saja bermula dari hal sederhana: sedikit tanah di permukaan aspal, debu yang mengganggu jarak pandang, kendaraan berat keluar-masuk tanpa peringatan, atau pengendara yang tiba-tiba kehilangan kendali.”

Kini muncul pertanyaan mendasar: siapa yang bertanggung jawab atas keselamatan masyarakat selama aktivitas tersebut berlangsung? Pekerjaan apa pun tidak boleh mengesampingkan keselamatan pengguna jalan umum.

Masyarakat Minta Langkah Konkret

Warga dan pengguna jalan mendesak pihak pelaksana segera:

– ✅ Membersihkan tanah yang tercecer di badan jalan
– ✅ Mengatur keluar-masuk kendaraan berat dengan pengawalan
– ✅ Memasang rambu peringatan yang jelas dan cukup
– ✅ Memastikan area pekerjaan tidak membahayakan pengguna jalan

Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan melakukan pengawasan sejak potensi bahaya terlihat, bukan menunggu sampai terjadi kecelakaan baru bertindak. Prinsip keselamatan bukanlah “bertindak setelah ada korban”, melainkan mencegah sebelum korban jatuh.

Masyarakat juga berhak mengetahui secara terbuka: aktivitas apa yang sedang berlangsung, siapa yang bertanggung jawab, apakah seluruh aspek keselamatan telah dipenuhi, dan apakah sudah ada izin resmi.

“Jangan sampai kepentingan pekerjaan berjalan cepat, sementara keselamatan masyarakat justru berjalan paling belakang. Jalan adalah ruang publik. Keselamatan di atasnya adalah tanggung jawab bersama.”

Didy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru