35 Siswa SD Negeri Kauman 1 Malang Diduga Keracunan MBG, Olahan Telur Ditemukan Mengandung Bakteri E. coli Berlebih

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
MALANG – Sebanyak 35 siswa SD Negeri Kauman 1 Kota Malang dilaporkan mengalami gejala sakit diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil pemeriksaan laboratorium menegaskan adanya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) yang melebihi ambang batas aman pada salah satu menu yang disajikan, yaitu olahan telur.

Berdasarkan keterangan Satgas MBG Kota Malang, seluruh sampel makanan telah diperiksa secara menyeluruh, dan hanya menu olahan telur yang terbukti tidak memenuhi standar kesehatan pangan. Dugaan sementara, kandungan bakteri berlebih tersebut menjadi penyebab munculnya keluhan berupa diare, lemas, dan sakit perut pada para siswa, di mana sejumlah anak sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebagai langkah penindakan dan antisipasi, pemerintah setempat langsung menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan tersebut, sambil menunggu hasil evaluasi dan penyelidikan lebih lanjut. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat di setiap tahapan demi menjamin standar kebersihan serta keamanan pangan dalam pelaksanaan program nasional ini.

Apa yang perlu diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang?

Hal terpenting yang harus segera diperkuat antara lain:
✅ Pengawasan menyeluruh di setiap tahapan: Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, higiene petugas, hingga penyimpanan dan pengantaran makanan, perlu ada pengecekan berkala yang tidak hanya bersifat rutin tapi juga mendadak.
✅ Peningkatan kapasitas dan pelatihan: Pastikan penyedia dan tenaga pengolah makanan benar-benar memahami standar higienitas dan keamanan pangan yang berlaku.
✅ Sistem pertanggungjawaban yang jelas: Setiap pelanggaran standar harus ditindak tegas tanpa pandang bulu, sekaligus memperjelas alur pertanggungjawaban dari hulu ke hilir.
✅ Mekanisme pelaporan cepat: Bangun jalur komunikasi yang mudah dan cepat bagi pihak sekolah maupun orang tua untuk menyampaikan keluhan atau temuan ketidaksesuaian sejak dini.

MUKYOKO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru