Sumedang Siap Bangun Sekolah Rakyat, KPK Lakukan Monitoring Demi Pastikan Transparansi dan Akuntabel

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Sekretaris Daerah Tuti Ruswati beserta jajaran kepala perangkat daerah mengikuti diskusi mendalam mengenai perencanaan dan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Sumedang bersama Direktur Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beserta tim. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sumedang pada Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pengawasan KPK terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu prioritas nasional. Tujuannya memastikan setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan berjalan sesuai aturan, transparan, akuntabel, serta bersih dari praktik korupsi.

Bupati Dony menjelaskan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat terletak di Jalan Raya Ali Sadikin, Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, dengan luas lahan total 72.384 meter persegi. Kawasan ini dulunya merupakan lahan persawahan yang juga menampung Kantor UPTD Pertanian, yang kini telah dipindahkan guna mendukung pembangunan sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh proses penentuan lokasi telah dilaksanakan secara bertahap dan terukur. Pengusulan dimulai sejak 21 Juli 2025 dengan pengajuan surat permohonan beserta kelengkapan dokumen ke pusat, dilanjutkan rapat koordinasi, survei lapangan oleh Kemendagri bersama Kemensos, hingga penetapan resmi lokasi sesuai tata ruang wilayah.

“Seluruh tahapan pengusulan telah dilaksanakan sesuai prosedur, mulai dari pengajuan proposal, verifikasi, survei lapangan hingga penetapan lokasi pembangunan. Alhamdulillah, lokasi yang diusulkan disetujui sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang,” ujar Bupati Dony.

Terkait status penguasaan lahan, dari total luas 72.384 m², sebanyak 42.113 m² telah menjadi milik Pemkab Sumedang. Sedangkan sisa seluas 30.271 m² milik masyarakat telah selesai diurus pembebasannya, dengan Surat Pelepasan Hak (SPH) untuk tujuh pemilik lahan diterbitkan pada 21 November 2025 lalu.

Baca Juga:  30 Desa di Kuningan Terima Mobil Operasional dan Fasilitas Penunjang untuk Koperasi Desa Merah Putih

Sekolah Rakyat Sumedang dirancang berkonsep asrama penuh (boarding school) dengan kapasitas menampung hingga 1.000 siswa dari kalangan keluarga kurang mampu. Sekolah ini akan mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA dengan fasilitas lengkap seperti ruang kelas, asrama, rumah guru, sarana olahraga, hingga tempat ibadah. Target pengoperasian gedung permanen ini adalah pada September 2026.

“Program Sekolah Rakyat merupakan program yang sangat mulia karena mampu memutus transmisi kemiskinan. Kami bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati agar program ini dapat berjalan dengan baik di Kabupaten Sumedang. Kami mengorkestrasi seluruh perangkat daerah dan instansi vertikal untuk bersama-sama menyukseskan program ini, baik dari sisi pendidikan, pelaksanaan pembangunan maupun administrasinya,” tegas Bupati Dony.

Sementara itu, Direktur Monitoring KPK Aida Ratna Zulaiha menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan amanat undang-undang untuk mengawasi program prioritas nasional. Fokus pengawasan diarahkan pada pencegahan dini dengan mengidentifikasi risiko di setiap tahapan.

“Output dari kegiatan monitoring ini adalah rekomendasi perbaikan terhadap pelaksanaan program. Rekomendasi tersebut wajib ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan agar tata kelola pemerintahan semakin baik, akuntabel, dan mampu mencegah terjadinya tindak pidana korupsi,” pungkas Aida. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Tanjung Raja Pimpin Patroli Harkamtibmas Imbauan Warga *
Enam Pemuda Diduga Gangster Diamankan Tim Perintis Presisi Polrestabes Bandung, Polisi Sita Tiga Sajam dan Klip Diduga Berisi Obat Terlarang
KAWAL AKSI BURUH, KAPOLSEK MARGAASIH TURUN LANGSUNG AMANKAN PEMBERANGKATAN UNRAS ALIANSI SP/SB KE CIMAHI*
Air Hujan Solusi Masa Depan: 58 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Dalami Teknologi ISLAH dan Elektrolisis di Sekolah Air Hujan Banyu Bening
Tanah Hibah Masih Sawah, SDN 1 Bojongmalaka Minta Orang Tua Rereongan Urug Lahan.
Kasus Keracunan MBG Terulang di Garut, PM Gatra Desak Usut Tuntas dan Tegakkan Hukum
Kantah Dukung Kebijakan Layanan Balik Nama Sertipikat Lebih Cepat dan Pasti
Wakil Gubernur DIY Apresiasi Capaian PGRI dalam Mengawal Pendanaan Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi Guru
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:24 WIB

Kapolsek Tanjung Raja Pimpin Patroli Harkamtibmas Imbauan Warga *

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:12 WIB

Enam Pemuda Diduga Gangster Diamankan Tim Perintis Presisi Polrestabes Bandung, Polisi Sita Tiga Sajam dan Klip Diduga Berisi Obat Terlarang

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:18 WIB

Sumedang Siap Bangun Sekolah Rakyat, KPK Lakukan Monitoring Demi Pastikan Transparansi dan Akuntabel

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:51 WIB

KAWAL AKSI BURUH, KAPOLSEK MARGAASIH TURUN LANGSUNG AMANKAN PEMBERANGKATAN UNRAS ALIANSI SP/SB KE CIMAHI*

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:15 WIB

Air Hujan Solusi Masa Depan: 58 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Dalami Teknologi ISLAH dan Elektrolisis di Sekolah Air Hujan Banyu Bening

Berita Terbaru