Tanggapi Marak Kejahatan Jalanan, Gubernur Dedi Mulyadi Koordinasi Polda Jabar: Pasang Aparat Bersenjata di Titik Rawan

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
BANDUNG, 21 Juli 2026 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons serius keluhan masyarakat terkait maraknya aksi kejahatan jalanan dan pembegalan yang mengancam ketertiban serta kenyamanan di wilayah Bandung Raya dan seluruh Jawa Barat. Sebagai langkah nyata dan cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk memperkuat sistem pengamanan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminal.

Dalam strategi pengamanan yang disusun tersebut, Dedi secara khusus mengusulkan penempatan personel kepolisian yang bersenjata lengkap di sejumlah titik strategis guna memberikan efek jera sekaligus perlindungan nyata.

“Sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jabar, secara teknis dan taktis. Saya usul, ada penempatan aparat bersenjata di titik-titik strategis. Ini jadi upaya untuk memberikan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga,” ujar Dedi saat memberikan keterangan pada Selasa (21/7/2026).

Selain mengandalkan kehadiran aparat penegak hukum, Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap pasif, melainkan meningkatkan kewaspadaan bersama. Menyikapi maraknya kasus pembegalan, Dedi meminta warga untuk kembali mengaktifkan dan memasifkan kegiatan Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) serta patroli keamanan yang menjangkau hingga tingkat lingkungan terkecil, mulai dari RT hingga RW.

“Mari bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. Patroli di setiap RT maupun RW,” tegasnya.

Dedi menekankan bahwa pengawasan keamanan tidak boleh hanya terpaku di wilayah perkotaan padat penduduk, namun harus pula meluas hingga ke daerah pedesaan yang berpotensi menjadi lokasi sasaran kejahatan. Sinergi antara aparat dan masyarakat dianggap sebagai kunci utama mewujudkan Jawa Barat yang aman dan damai.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pernyataan Sikap Aliansi Warga Purworejo Jelang Aksi di DPRD dan Kejari Purworejo
Melalui Sosialisasi E-Kinerja, DALDUKPPA Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat
Berusaha, Berdoa: Semboyan Pemimpin Subulussalam Wujudkan Kemajuan di Tengah Tantangan
Salah Tulis Kota Jadi Kabupaten, CV Dara Karya Mandiri Didesak Aktivis Ganti Papan Proyek Yang Tak Akurat
Kejari Bogor Tahan ASN Pemkab Bogor Terkait Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara yang Rugikan Negara Rp9,17 Miliar
Polda Jabar Bongkar Judi Online Berkedok Live Streaming, 11 Tersangka Diamankan
Dua Bulan Operasi, Polres Garut Ungkap 13 Kasus Narkoba: 20 Tersangka dan Ratusan Paket Barang Bukti Diamankan
Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Polri Sigap Tangani Kebakaran Tiga Rumah Kontrakan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:59 WIB

Pernyataan Sikap Aliansi Warga Purworejo Jelang Aksi di DPRD dan Kejari Purworejo

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:35 WIB

Melalui Sosialisasi E-Kinerja, DALDUKPPA Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:45 WIB

Berusaha, Berdoa: Semboyan Pemimpin Subulussalam Wujudkan Kemajuan di Tengah Tantangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:57 WIB

Salah Tulis Kota Jadi Kabupaten, CV Dara Karya Mandiri Didesak Aktivis Ganti Papan Proyek Yang Tak Akurat

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:22 WIB

Kejari Bogor Tahan ASN Pemkab Bogor Terkait Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara yang Rugikan Negara Rp9,17 Miliar

Berita Terbaru