Yayasan Mutiara Banyu Langit Gelar Training of Fasilitator (ToF) ISLAH dan Elektrolisa Air Hujan

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 02:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Kidul.DIY.Kompas1.id

Yayasan Mutiara Banyu Langit melalui Komunitas Banyu Bening, dengan dukungan pendanaan hibah tetap dari Yayasan KEHATI, menyelenggarakan Training of Fasilitator (ToF) Pembuatan dan Perawatan ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan) dan Elektrolisa Air Hujan selama dua hari, pada 18–19 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul. Kegiatan ini juga bermitra dengan Bingkai Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola air hujan secara bijak dan berkelanjutan.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh padukuhan di Kalurahan Balong. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi fasilitator sekaligus pionir teknis di wilayahnya masing-masing dalam pemasangan serta penginstalan hingga perawatan ISLAH dan Elektrolisa Air Hujan. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat ditularkan kepada masyarakat sehingga pemanfaatan air hujan semakin luas dan mampu menjadi solusi tantangan ketersediaan air bersih di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi teori yang disampaikan secara komprehensif mengenai prinsip kerja sistem, kebutuhan material, teknik pemasangan, hingga prosedur perawatan agar sistem tetap berfungsi secara optimal. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai proses filtrasi sederhana sebagai langkah penting untuk menjaga kualitas dan higienitas air hujan sebelum dimanfaatkan.

Baca Juga:  Rintihan Pilu Sudut Kota Palembang, Janda Empat Anak Bertahan Hidup di Rumah Nyaris Roboh, Berharap Uluran Tangan Pemerintah

Materi mengenai ISLAH disampaikan oleh Halik Sandera, yang menjelaskan secara rinci tentang mekanisme kerja sistem ISLAH, bahan-bahan yang diperlukan dalam proses instalasi, serta teknik perawatan. Sementara itu, materi mengenai elektrolisa air hujan disampaikan oleh Sri Wahyuningsih, yang membahas prinsip kerja alat elektrolisa, kebutuhan bahan dan peralatan, serta langkah-langkah perawatan untuk memastikan alat dapat digunakan secara berkelanjutan.

Memasuki hari kedua, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik lapangan secara langsung. Kegiatan praktik meliputi pemasangan instalasi ISLAH, revitalisasi sistem ISLAH yang telah ada, serta praktik perawatan alat elektrolisa air hujan. Pendampingan langsung dari para narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami setiap tahapan secara aplikatif sehingga mereka memiliki bekal yang memadai untuk mengimplementasikan teknologi tersebut di lingkungan masing-masing.

Pelaksanaan Training of Fasilitator ini menjadi salah satu bentuk nyata aksi terhadap perubahan iklim di tingkat masyarakat. Pengelolaan air hujan melalui teknologi ISLAH dan Elektrolisa tidak hanya menjadi solusi dalam menjaga ketersediaan air bersih, tetapi juga merupakan langkah adaptasi terhadap perubahan iklim yang kini menjadi isu global. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki kemampuan dalam membangun dan merawat sistem pemanenan air hujan, diharapkan terciptanya kemandirian dan kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya air serta lingkungan.

@Andisuka_2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ponpes Yamisa Gelar Haul Akbar, Jamaah Membanjiri Lokasi
Lindungi Karya dan Produk Lokal, Pemkab Lampung Utara Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual
Koramil Kemiri Bersama Polsek dan Warga Cek Lokasi Pasca Kebakaran Lahan di Desa Samping
Sinergi Kemanusiaan: LFR Perkuat Koordinasi Bersama BPBD Kota Bandung Tekan Risiko Bencana
Rapat Paripurna DPRK Subulussalam: Disetujui Bersama Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun 2025
MENANG TIPIS! SURYA BIN SAMID NOMOR URUT 1 RESMI TERPILIH JADI KEPALA DESA MEKARWANGI
Pemkab Lampung Utara Perketat Pengendalian Harga, Sinkronkan Program Nasional
Wabup Romli Tegaskan PMI Adalah Wajah Kemanusiaan, Relawan dan Pendonor Dapat Apresiasi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 23:16 WIB

Ponpes Yamisa Gelar Haul Akbar, Jamaah Membanjiri Lokasi

Selasa, 22 September 2026 - 15:57 WIB

Lindungi Karya dan Produk Lokal, Pemkab Lampung Utara Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual

Selasa, 22 September 2026 - 12:17 WIB

Koramil Kemiri Bersama Polsek dan Warga Cek Lokasi Pasca Kebakaran Lahan di Desa Samping

Selasa, 22 September 2026 - 08:43 WIB

Sinergi Kemanusiaan: LFR Perkuat Koordinasi Bersama BPBD Kota Bandung Tekan Risiko Bencana

Selasa, 22 September 2026 - 06:49 WIB

Rapat Paripurna DPRK Subulussalam: Disetujui Bersama Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun 2025

Berita Terbaru

Daerah

Ponpes Yamisa Gelar Haul Akbar, Jamaah Membanjiri Lokasi

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:16 WIB