Kompas. 1. Id.
Kementrian Agama Kabupaten Bandung melalui Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT ) menyelenggarakan Pembinaan dan Sosialisasi Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Tahun 2026 bertempat di Gedung Ormas Soreang, Sabtu ( 18/7/26 ). Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan keagamaan Islam, Kemenag bersama Pengurus DPC FKDT Kabupaten Bandung, sebagai bentuk sinergi dalam penguatan lembaga pendidikan diniyah di tingkat akar rumput.
Ketua FKDT Kabupaten Bandung,
KH. Daun Nurdin, menyampaikan dalam sambutannya bahwa Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula merupakan lembaga pendidikan agama Islam nonformal yang berfungsi melengkapi dan memperkuat pendidikan agama bagi peserta didik sekolah umum di jenjang dasar.
” Diniyah lahir dari masyarakat, tumbuh di tengah denyut kehidupan kampung, dan hadir sebagai jawaban atas kerinduan umat akan pendidikan agama yang dekat, sederhana, dan membumi.
Ia bukan milik negara, melainkan milik jamaah dirintis oleh para kiai, ustadz, tokoh kampung, dan orang tua yang ingin anak‑anaknya mengenal Al‑Qur’an, akidah, dan akhlak sejak dini.” Jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa program ini untuk membentuk santri yang memiliki pengetahuan keagamaan yang memadai, pengamalan ibadah yang benar, serta sikap dan akhlak mulia yang tercermin dalam kehidupan sehari‑hari.
Tujuan pembinaan dan sosialisasi
Kegiatan pembinaan dan sosialisasi kurikulum MDTU ini bertujuan:
Menyamakan persepsi ustadz/ustadzah dan pengelola madrasah tentang struktur kurikulum dan beban belajar santri.
Mengoptimalkan implementasi kurikulum nasional Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula ( MDTU ) yang dapat dipadukan dengan kekhasan kurikulum lokal sesuai karakteristik masyarakat setempat.
Meningkatkan kemampuan perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan evaluasi hasil belajar santri agar lebih efektif dan terukur.
Daud Nurdin menegaskan bahwa Guru Diniyah adalah sosok yang mengajar dengan hati yang ikhlas, menuntun para santri bukan sekadar agar pandai, tetapi agar menjadi hamba Allah yang berakhlak mulia, bukan sekadar mengajar berdasarkan kebiasaan dan pengalaman, tetapi bertindak dengan kesadaran rasional bahwa setiap pelajaran adalah bentuk tanggung jawab ilmiah dan spiritual.
Ia merancang pembelajaran dengan pertimbangan yang matang, agar setiap ayat, hadis, dan nilai akhlak yang disampaikan benar-benar dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh para santri. Dengan begitu, ” guru Diniyah hadir sebagai pendidik yang menjembatani antara kedalaman wahyu dan kebutuhan zaman, memadukan keikhlasan hati dengan kecerdasan berpikir.” Pungkasnya.
Kegiatan dibuka oleh Kasubag TU Kemenag Kabupaten Bandung. H. Asep Saepuloh , S.Ag. mewakili Kepala Kemenag , H. Ramlan Rustandi. S. Ag.
M. Si.
Asep Saepuloh menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada FKDT yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pada hari ini. Kegiatan ini menunjukkan komitmen FKDT dalam memperkuat tata kelola, peningkatan mutu pembelajaran, serta sinergi antara madrasah Diniyah dengan Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
Melalui sosialisasi ini, kami melihat adanya semangat bersama untuk menyelaraskan program Diniyah Takmiliyah dengan kebijakan dan regulasi yang berlaku, sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat terhadap pendidikan keagamaan yang berkualitas. FKDT tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga mitra strategis Kementerian Agama dalam menguatkan peran guru Diniyah dan lembaga pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput.
Kami berharap kegiatan sosialisasi semacam ini terus berlanjut dan diperluas, sehingga informasi, kebijakan, dan program dapat dipahami dengan baik oleh pengelola lembaga, guru, dan pemangku kepentingan lainnya. Kementerian Agama melalui Subbagian Tata Usaha siap untuk mendukung upaya-upaya konstruktif FKDT, baik dalam bentuk koordinasi, fasilitasi, maupun pendampingan administratif sesuai kewenangan yang ada.
Jurnalis Dhany.














