KOMPAS1.ID
INDRAMAYU – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Indramayu setelah kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalur Pantura merenggut sebanyak 12 nyawa, di mana sejumlah besar korbannya adalah anak-anak yang meninggal maupun mengalami luka-luka.
Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, di antara korban yang meninggal dunia terdapat anak-anak, yaitu M. Iqbal (12 tahun), Riyan Toni (6 tahun), dan Atsal Albara (3 tahun). Sementara itu, sejumlah korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit juga didominasi anak-anak, antara lain Olivia (4 tahun), Bayu Kelana (8 tahun), Saba (11 tahun), Jesika (2 tahun), dan Salma Yanti (4 tahun).
Seluruh korban diketahui merupakan bagian dari rombongan warga yang menumpang mobil pikap usai menghadiri acara pernikahan. Di lokasi kejadian, kendaraan tersebut terlibat tabrakan beruntun dengan dua unit truk yang melintas di jalur tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa pilu ini kembali memunculkan keprihatinan luas terkait keselamatan mengangkut penumpang, apalagi anak-anak, di bak terbuka kendaraan barang. Pihak kepolisian pun kembali menegaskan imbauan kepada masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan jenis barang sebagai sarana angkutan penumpang, demi mencegah jatuhnya korban jiwa yang tidak perlu di masa mendatang.
DD















