Pemimpin Teladan

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 03:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id

Oleh : Idat Mustari**
Indonesia adalah negeri yang kaya budaya, kaya Sumber Daya Alam, namun alangkah malangnya, sebab itu semua hanya tertulis di buku-buku pelajaran sekolah. Sepertinya hanya dongeng, sebab ternyata negeri ini punya hutang yang selangit. Rakyatnya banyak yang tidak kaya alias miskin. Kalau pun ada yang kaya hanya segelintir orang. Sebagian dari kaum perempuan negeri  ini rela berpisah dari anak dan suaminya   untuk mejadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) alias Babu demi mengais rezeki.  Mereka pulang bukan membawa uang tetapi penderitaan dan siksaan yang dilakukan oleh majikan mereka.

Di Asia, negeri ini kaya dengan sumber daya alamnya dibandingkan negara-negara lainnya. Namun income per capita negara Indonesia masih dalam kategori rendah. Indonesia tertinggal jauh dibandingkan Malasya dan Thailand, bahkan Vietnam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di saat orde baru terguling dan digantikan oleh orde reformasi, tentu saja dengan sebuah harapan Indonesia menjadi lebih baik. Masa melahirkan para pemimpin yang berintegritas karena dipilih secara demokrartis. Tapi itu hanyalah sebuah harapan saja sebab justru korupsi  semakin merajalela. Jika di jaman orde baru korupsi terkonsentrasi di pusat, sekarang tersebar di semua lapisan birokrasi bahkan dilakukan oleh penegak keadilan yang sejatinya bertugas memberantas korupsi seperti kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.

Ada satu pertanyaan yang menjentik rasa dalam kehidupan berbangsa saat ini ,”Adakah sosok pemimpin yang bisa jadi teladan ? Yang menempatkan kepentingan rakyat daripada kepentingan dirinya, keluarganya dan kelompoknya. Pemimpin yang sangat percaya bahwa kepemimpinannya akan diminta pertanggungjawaban kelak di akherat. Pemimpin yang tak bisa tidur nyenyak melihat penderitaan rakyatnya. Pemimpin yang adil, yang tegas dan yang mampu menangkap suara murni, suara kejujuran.

Baca Juga:  Harta Kekayaan Zita Anjani Tembus Rp109,3 Miliar, Naik Lebih Rp61 Miliar dalam Setahun

Tak salah jika sekarang ini kita sedang dalam krisis keteladanan. Bangsa ini hanya akan berubah menjadi bangsa yang sejahtera jika dipimpin oleh orang yang bisa jadi suri tauladan. Tentu kita seharusnya bisa belajar pada sosok manusia yang sempurna yakni Muhammad Saw,yang mampu merubah  bangsa Arab yang jahiliyah menjadi bangsa yang bermartabat.

Atau bisa belajar pada Umar bin Khattab ra saat menjabat sebagai khilafah. Di masa Umar,  Islam menjadi sebuah kekuatan besar. Banyak wilayah yang dalam pemerintahan kekuatan Romawi dan Persia mampu ditaklukkan oleh pemerintahan Islam. Pun dalam ekonomi dan sosial, masyarakat Islam tergolong Makmur. Meski begitu, Umar tetap menjadi pribadi sederhana, rendah hati, tetapi tegas.

Tentu menjadi pemimpin di negeri ini tidak harus berpakaian sesederhana Umar Bin Khatab ra, atau meniru bisa memanggul beras untuk diberikan ke orang miskin .Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk bersikap adil. Adil  pada setiap orang bahkan pada keluarganya sendiri.

Boleh jadi,  sekarang dikalangan masyarakat terbagi dalam  dua kelompok. Kelompok pertama, adalah mereka yang sudah berputus asa bisa menemukan pemimpin teladan. Mereka sudah apatis, pesimis. Kedua adalah mereka yang masih menyimpan harapan besar bahwa pasti akan terlahir sosok pemimpin teladan meskipun entah kapan. Dan anda masuk ke dalam kelomppok yang mana ?!

**seorang al faqir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!
FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.
Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.
Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56 WIB

FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Berita Terbaru