Aceh Singkil kompas1.id
Pengelolaan Mess Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil di Banda Aceh kembali menjadi sorotan. Kali ini, persoalan muncul dari dugaan belum dilunasinya pembayaran sejumlah kebutuhan mess yang telah digunakan sejak beberapa waktu lalu.
Seorang penjaga mess yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial F mengaku hingga kini masih menunggu penyelesaian pembayaran atas berbagai kebutuhan yang telah dibeli untuk operasional mess tersebut.
Menurut pengakuannya, total nilai kebutuhan yang digunakan mencapai Rp2.684.000. Namun, pembayaran yang telah diterima baru sebesar Rp1.500.000, sehingga masih terdapat sisa tagihan sekitar Rp1.184.000 yang belum dilunasi.
”Sudah cukup lama kami menunggu. Barang-barang itu sudah dipakai untuk kebutuhan mess, tetapi sampai sekarang sisanya belum juga dibayarkan,” ujar F.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai komitmen pengelolaan keuangan operasional fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Nilai tagihan memang tidak tergolong besar dalam skala anggaran daerah, namun bagi pihak yang telah menyediakan kebutuhan tersebut, kepastian pembayaran merupakan bentuk tanggung jawab yang semestinya dipenuhi.
Masyarakat pun menilai persoalan seperti ini seharusnya tidak berlarut-larut. Terlebih, Mess Aceh Singkil di Banda Aceh merupakan fasilitas resmi pemerintah yang operasionalnya menggunakan anggaran daerah. Keterlambatan penyelesaian pembayaran dikhawatirkan dapat memengaruhi kepercayaan penyedia barang maupun pelayanan di mess tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Singkil belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum dilunasinya sisa pembayaran tersebut. Media masih berupaya menghubungi yang bersangkutan untuk memperoleh klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang.
Publik berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera menyelesaikan persoalan tersebut secara transparan agar tidak menimbulkan kesan buruk terhadap tata kelola administrasi dan keuangan di lingkungan pemerintah daerah.
Reporter Sabri
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














