Sensus Ekonomi 2026 Resmi Digelar, BPS Catat Seluruh Aktivitas Usaha di Indonesia

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Jakarta, Juni 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai pendataan ekonomi terbesar yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan untuk memotret kondisi riil perekonomian nasional dengan mendata seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia.

Sensus Ekonomi 2026 mengusung tema “Mencatat Ekonomi Indonesia”, dengan harapan menghasilkan data yang lengkap, akurat, dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional di masa mendatang. Menurut BPS, data yang terkumpul akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan investor dalam mengambil keputusan strategis.

Pendataan Dilakukan Secara Online dan Door to Door

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksanaan SE2026 berlangsung dalam beberapa tahapan. Pada periode 1–31 Mei 2026, perusahaan dan pelaku usaha tertentu diberikan kesempatan untuk mengisi kuesioner secara daring melalui sistem yang disediakan BPS. Selanjutnya, mulai 1 Juni hingga 31 Juli 2026, petugas sensus melakukan pendataan langsung ke lapangan dengan metode door to door untuk menjangkau usaha yang belum melakukan pengisian secara mandiri.

BPS menegaskan bahwa seluruh data yang diberikan oleh pelaku usaha dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

Peta Ekonomi Nasional yang Lebih Akurat

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa SE2026 merupakan momentum penting untuk membaca kembali kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh. Melalui sensus ini, pemerintah dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai struktur usaha nasional, persebaran aktivitas ekonomi, kontribusi sektor-sektor usaha, serta perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:  Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Selesai Maksimal 10 Hari Kerja

BPS juga menilai bahwa banyak aktivitas ekonomi yang selama ini belum tercatat secara optimal akan dapat teridentifikasi melalui sensus ini, sehingga menghasilkan basis data ekonomi yang lebih kuat dan akurat.

Didukung DPR dan Pemerintah

Persiapan dan pelaksanaan SE2026 mendapat dukungan dari DPR RI. Dalam rapat bersama BPS, sejumlah anggota dewan menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kelancaran sensus di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, BPS mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Dana tersebut digunakan untuk operasional pendataan, pengembangan sistem, sosialisasi, hingga pengolahan data hasil sensus.

Libatkan Ratusan Ribu Petugas

Dalam pelaksanaannya, BPS mengerahkan puluhan hingga ratusan ribu petugas lapangan yang tersebar di seluruh Indonesia guna memastikan seluruh unit usaha dapat terdata dengan baik. Kehadiran petugas sensus diharapkan mampu menjangkau berbagai jenis usaha, termasuk usaha mikro dan informal yang selama ini sulit terpetakan secara menyeluruh.

Penting untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia

Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi acuan utama dalam penyusunan berbagai kebijakan ekonomi nasional, mulai dari pengembangan UMKM, investasi, penciptaan lapangan kerja, transformasi digital, hingga pemerataan pembangunan antarwilayah. Dengan data yang lebih akurat, pemerintah diharapkan dapat merumuskan program yang lebih tepat sasaran dan efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

BPS mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang benar agar Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini dan menjadi landasan kuat bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan. Jurnalis Joepin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia
Komisaris BPR Apresiasi Peran Media sebagai Sarana Informasi yang Membangun
Komisaris BPR Apresiasi Peran Media sebagai Sarana Informasi yang Membangun
‎AMPAS Kritik Keras Pemda dan KONI Aceh Singkil, Enam Atlet Silat ke Malaysia Malah Dibiayai Patungan Orang Tua
🎉 HARI JADI KOMPAS1.ID: KABIRO KUNINGAN BAGIKAN 50 PAKET SEMBAKO KEPADA LANSIA DAN JANDA
HARI JADI KOMPAS1.ID: TETAP DI SISI MASYARAKAT, HADIR BUKAN HANYA INFORMASI, TAPI JUGA KEPEDULIAN
HARI JADI KOMPAS1.ID: KABIRO KUNINGAN BAGIKAN 50 PAKET SEMBAKO KEPADA LANSIA DAN JANDA
HARI JADI KOMPAS1.ID: PIMPINAN REDAKSI BAGIKAN 100 PAKET SANTUNAN UNTUK ANAK YATIM, LANSIA, DAN JANDA
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 05:12 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia

Jumat, 25 September 2026 - 06:15 WIB

Komisaris BPR Apresiasi Peran Media sebagai Sarana Informasi yang Membangun

Jumat, 25 September 2026 - 06:06 WIB

Komisaris BPR Apresiasi Peran Media sebagai Sarana Informasi yang Membangun

Jumat, 25 September 2026 - 05:59 WIB

‎AMPAS Kritik Keras Pemda dan KONI Aceh Singkil, Enam Atlet Silat ke Malaysia Malah Dibiayai Patungan Orang Tua

Jumat, 25 September 2026 - 05:05 WIB

🎉 HARI JADI KOMPAS1.ID: KABIRO KUNINGAN BAGIKAN 50 PAKET SEMBAKO KEPADA LANSIA DAN JANDA

Berita Terbaru