KOMPAS1.ID
Jakarta, 10 Juni 2026 – Seorang pengusaha dan investor asal Sukabumi mengaku kecewa karena janji mendapatkan hak pengelolaan dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum kunjung terpenuhi. Ia menyebut semula hanya diminta menunggu selama dua minggu setelah membantu melunasi pembayaran kepada sejumlah vendor pembangunan dapur perintis.
Dalam keterangan yang disampaikan saat konferensi pers, pengusaha tersebut menjelaskan bahwa ia diminta membantu menyelesaikan kewajiban pembiayaan proyek. Sebagai imbalan, yayasan yang dipimpinnya dijanjikan akan diberi hak untuk mengelola dapur MBG tersebut. Namun hingga saat ini, ia mengaku belum mendapatkan kepastian resmi dan hanya menerima janji lisan tanpa kejelasan lebih lanjut.
Menanggapi kasus ini, Kepala Badan Gizi Nasional yang baru menjabat, Nanik S. Deyang, menyatakan belum mengetahui secara rinci persoalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru menduduki jabatan setelah peristiwa yang dipermasalahkan terjadi, sehingga membutuhkan waktu untuk mempelajari fakta dan data yang ada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini pun menjadi sorotan di media sosial dan mengundang pertanyaan dari masyarakat. Banyak warganet yang mempertanyakan bagaimana sebenarnya mekanisme kerja sama dan pengelolaan investasi dalam proyek-proyek strategis milik pemerintah. Isu ini juga memicu diskusi mengenai pentingnya keterbukaan informasi dan kepastian hukum agar kerja sama berjalan adil, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan oleh semua pihak yang terlibat.
Kaperwil banten Aris aristio














