Kompas1 id
Subulussalam – Mantan Kepala Desa Sekolah, Amiruddin Berutu, secara terbuka mengakui telah melakukan keteledoran saat memberikan surat rekomendasi pendirian kandang ayam berskala besar. Pengakuan itu disampaikannya langsung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Subulussalam, Senin (8/6/2026).
Amiruddin menjelaskan, sebelum memberikan dukungan berupa surat rekomendasi, dirinya sebenarnya sudah berupaya meneliti dengan meminta bertemu langsung kepada pihak pemilik rencana usaha tersebut yang hanya dikenalnya bernama Bincar BS, Dalimunthe. Namun permintaan itu tidak pernah dipenuhi.
“Sebelum saya berikan dukungan rekomendasi, saya sudah berulang kali minta bertemu dengan pemilik kandang itu. Tapi sampai saat ini pun saya sendiri belum kenal secara jelas sosok maupun identitas lengkapnya. Yang saya tahu hanya disebut-sebut namanya Bincar BS Dalimunthe,” ungkap Amiruddin di hadapan para anggota Komisi B.DPRK Subulussalam
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, upaya menemui pihak yang dimaksud terus gagal karena orang yang disebut sebagai pemilik itu tidak pernah bersedia menemuinya maupun pihak desa. Hingga akhirnya, datanglah seorang warga Subulussalam bernama HKS yang dikenalinya untuk meminta tanda tangan dukungan. Menurut penjelasan saat itu, kandang ayam rencananya akan dibangun di wilayah Desa Subulussalam Barat.
“Saya kira lokasinya memang di Desa Subulussalam Barat, mengingat desa itu bertetangga langsung dengan Desa Sekalondang. Ternyata setelah surat keluar, kandang itu justru dibangun bukan di Subulussalam Barat, melainkan persis di wilayah Desa Sekelondang,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Amiruddin dengan rendah hati mengakui kesalahan dan kelalaiannya karena tidak melakukan pengecekan yang lebih ketat serta mendalam sebelum menerbitkan rekomendasi. Ia menegaskan hingga saat proses pengecekan lanjutan, dirinya tetap belum pernah berjumpa maupun mengenal secara pribadi orang yang bernama Binsar Penjaitan tersebut.
“Ini saya akui sepenuhnya sebagai keteledoran saya sendiri. Yang jelas, sampai hari ini pun saya belum pernah bertemu dan tidak mengenal secara pasti orang yang bernama Bincar BS dalimunthe ” tegas Amiruddin Berutu menuturkan penjelasannya.
Pengakuan ini menjadi salah satu titik terang penyelidikan terkait pendirian kandang ayam berskala besar yang menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait kesesuaian lokasi dan kelengkapan dokumen perizinan,,














