Oleh H.Idat Mustari (Ketua DKM Mesjid Jami Al-Ikhlas dan Komisaris BUMD Kab.Bandung
Kompas1.Id.
Tak sedikit orang jangankan shalat, menyebut “Ya Allah” pun lupa ketika dirinya sehat. Namun ketika sakit, baru mengadu dan berkata,”Ya Allah, ya Allah.” Dari sini kita bisa melihat bahwa kesehatan jadi penghalang baginya dengan Allah, sedangkan sakit jadi jalan pembuka dirinya dengan Allah. Kesehatan jadi musibah, dan sakit jadi anugerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada orang yang tampak sedang berada dalam kesulitan, namun sebenarnya orang itu sedang berada dalam proses permunian diri. Ujian seringkali datang bukan untuk menjatuhkan seseorang, melainkan untuk menguatkan jiwanya, untuk mengembalikan langkah kakinya agar lebih dekat dengan Maha Kekasih.
Kesulitan adalah cara Tuhan agar seseorang kembali menemukan makna hidup yang lebih dalam, dan kembali menata ulang perjalanan hidupnya. Orang yang diuji sering kali sedang dipersiapkan agar lebih matang spiritualnya, lebih sabar dan lebih bijaksana.
Kadang kemudahan adalah ujian dari Tuhan dengan cara lembut. Ketika segala sesuatu berjalan lancar, seseorang bisa saja terlena. Ia merasa tidak perlu lagi melakukan kontemplasi ataupun refleksi, tidak lagi merasa perlu memperbaiki diri, bahkan perlahan kehilangan daya spiritualnya. Kemudahan yang terus menerus bisa membuat seseorang terjebak dalam ilusi bahwa dirinya selalu benar.
Peristiwa ke peristiwa lainnya akan kita lalui dan pada waktunya kita tidak akan terlibat lagi dalam peristiwa apapun di panggung sandiwara kehidupan ini. Yang terpenting saat kita masih diberi kesempatan hidup adalah bagaimana kita bisa memetik makna dari peristiwa yang menimpa agar hidup lebih bermakna
Wallahu’alam semoga Bermanfaat
Met Aktivitas, Met Jumatan. Semoga saudara-saudaraku semua diberi umur yang Panjang, diluaskan rezekinya, dikabulkan segala hajatnya. ***Hida Linggaraja
Salam Takjim














