SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Silat Hulu, Kapuas Hulu – Kalimantan Barat Di tengah gembar-gembor pencapaian pembangunan yang kerap disampaikan di lingkungan pemerintahan, warga Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, masih menghadapi kenyataan pahit yang tak kunjung berubah dari tahun ke tahun. Jalan yang rusak parah, akses transportasi yang terbatas, serta kondisi infrastruktur yang terbengkalai menjadi persoalan utama yang menghambat kehidupan masyarakat sehari-hari.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar yang semakin sering disuarakan warga: untuk apa memiliki wakil rakyat jika daerah yang mereka wakili tetap tertinggal dan tidak tersentuh pembangunan secara nyata?

Banyak Wakil, Masih Minim Kemajuan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara kelembagaan, wilayah ini telah diwakili oleh enam orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas Hulu dari Daerah Pemilihan IV. Selain itu, masyarakat juga memiliki perwakilan di tingkat DPRD Provinsi Kalimantan Barat hingga Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Bahkan, ada putra daerah yang kini menduduki jabatan strategis sebagai menteri di tingkat nasional.

Namun, kehadiran para wakil tersebut dirasa belum memberikan dampak signifikan. Sampai saat ini, warga masih harus berjuang melewati jalan berlumpur yang licin, jembatan yang rusak dan tak terawat, serta akses yang sangat sulit terutama saat musim hujan. Kondisi ini bertahan selama puluhan tahun, sementara daerah lain terus melaju pesat dalam pembangunannya.

Jalan Menjadi Gerbang Kehidupan

Bagi warga Silat Hulu, jalan bukan sekadar jalur lintasan. Jalan adalah pintu akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan penggerak perekonomian. Ketika jalan rusak parah, dampaknya terasa menyeluruh: biaya angkut hasil pertanian melonjak tinggi, barang dagangan sulit dipasarkan ke luar daerah, pasien kesulitan mendapatkan pertolongan medis tepat waktu, dan anak-anak sekolah harus menempuh perjalanan yang berisiko setiap harinya.

Baca Juga:  Waspada Longsor, Jalur Selatan Jabar Diprediksi Rawan Saat Mudik Lebaran 2026

“Kami sadar pembangunan tidak bisa selesai dalam sehari. Tapi jika puluhan tahun berlalu kondisinya tetap sama, tentu kami berhak mempertanyakan apa yang sudah diperjuangkan wakil rakyat kami,” ungkap salah satu warga.

Amanah Harus Diwujudkan Kerja Nyata

Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak ingin sekadar mencari kesalahan. Namun, kepercayaan yang diberikan lewat suara pemilihan merupakan sebuah amanah yang harus dibuktikan lewat kinerja, bukan hanya janji manis saat masa kampanye atau sekadar terlihat di baliho dan spanduk.

Warga Silat Hulu tidak meminta fasilitas mewah atau kemewahan. Mereka hanya menginginkan keadilan pemerataan pembangunan, ingin merasakan hal yang sama seperti yang dinikmati daerah lain. Ukuran keberhasilan wakil rakyat bukan dilihat dari tingginya jabatan, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh rakyatnya.

Selama jalan masih berubah menjadi kubangan lumpur, jembatan belum terperbaiki, dan keterbatasan akses masih membatasi masa depan mereka, maka pertanyaan itu akan terus bergema dari pelosok pedalaman:

“Di mana perjuangan para wakil rakyat kami? Dan kapan janji-janji pembangunan itu benar-benar menjadi kenyataan?”

Laporan: Didy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LMND Desak Pemkab Aceh Singkil Segera Tunjuk Pejabat Definitif
Dedi Mulyadi Sebut Ada Perlindungan di Balik Peredaran OKT di Cimahi, Minta Langkah Tegas Tanpa Gentar
Ketua dan Pengurus PWI Ogan Ilir Masa Bakti 2026–2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme Wartawan
JELANG AKSI SOLIDARITAS, POLSEK MARGAASIH RANGKUL DRIVER OJOL DAN TOKOH MASYARAKAT
DAMPAK KEMARAU, POLSEK MARGAASIH MONITORING TEROWONGAN CURUG JOMPONG NANJUNG
Polres Garut Ungkap Kasus Pengeroyokan di Tarogong Kaler, 22 Terduga Pelaku Berhasil Diamankan
Tak Lagi Bisa Suka-Suka, Penutupan Jalur Dua Gunung Meriah untuk Pesta Kini Dibatasi Ketat
‎Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk Harumkan Nama Aceh Singkil di Tingkat Nasional ‎
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:25 WIB

LMND Desak Pemkab Aceh Singkil Segera Tunjuk Pejabat Definitif

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Dedi Mulyadi Sebut Ada Perlindungan di Balik Peredaran OKT di Cimahi, Minta Langkah Tegas Tanpa Gentar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Ketua dan Pengurus PWI Ogan Ilir Masa Bakti 2026–2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme Wartawan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:16 WIB

JELANG AKSI SOLIDARITAS, POLSEK MARGAASIH RANGKUL DRIVER OJOL DAN TOKOH MASYARAKAT

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:02 WIB

DAMPAK KEMARAU, POLSEK MARGAASIH MONITORING TEROWONGAN CURUG JOMPONG NANJUNG

Berita Terbaru