KOMPAS1.ID
MEDAN, 27 Mei 2026 – Sebuah rekaman video keributan yang melibatkan oknum polisi di lingkungan Markas Polda Sumatera Utara menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang anggota Polrestabes Medan berinisial HL tampak dikejar oleh istri dan anak kandungnya, hingga akhirnya terdorong dan jatuh ke dalam parit berlumpur.
Peristiwa yang mengundang perhatian luas ini terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyebab utama keributan tersebut dipicu oleh dugaan perselingkuhan yang dilakukan HL, yang kemudian memicu pertengkaran hebat hingga ke persoalan perebutan harta kekayaan keluarga.
Kronologi: Cekcok Meluas hingga Jalan Raya, Oknum Polisi Jatuh ke Parit
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat HL yang mengenakan seragam dinas kepolisian terlibat adu mulut sengit dengan istri dan anaknya di lingkungan kantor kepolisian. Perselisihan tidak mereda, malah berlanjut hingga ke area luar Mapolda Sumut.
Situasi semakin memanas saat HL yang tampak emosional berusaha menghindar namun terus dikejar oleh keluarga istrinya. Dalam momen itu, HL sempat terlihat memukul seorang pemuda—yang diduga sebagai anaknya sendiri—menggunakan kerucut lalu lintas (traffic cone) yang ada di pinggir jalan.
Pertarungan fisik tak terelakkan. Tak lama setelah itu, HL didorong hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh ke dalam parit di pinggir jalan. Akibat kejadian tersebut, penampakan seragam dinasnya menjadi lusuh, kotor penuh lumpur, dan bagian celananya terlihat robek. Sang oknum tampak tidak berdaya di hadapan desakan keluarga yang marah.
Pihak Kepolisian: Masalah Rumah Tangga, Sedang Diproses
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan terjadinya insiden memalukan yang melibatkan anggotanya tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini murni berakar dari masalah pribadi dan konflik rumah tangga.
“Masalah pribadi. Sedang diproses,” ujar Ferry secara singkat saat dikonfirmasi awak media pada Senin (25/5/2026) lalu.
Kasus ini menjadi sorotan karena selain merembet ke ruang publik dan tempat kerja, perilaku tersebut dinilai mencoreng nama baik institusi kepolisian. Konflik rumah tangga yang dipicu dugaan perselingkuhan ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan perilaku aparat penegak hukum, baik saat bertugas maupun dalam kehidupan pribadi. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan internal pihak kepolisian.
BOB HARIAWAN
KABIRO KOTA BANDUNG














