KOMPAS1.ID
SILAT HILIR, KAPUAS HULU – Janji yang disampaikan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu akhirnya menjadi kenyataan. Program unggulan “Satu Kecamatan Satu Sapi” resmi terealisasi di Kecamatan Silat Hilir, disambut antusiasme tinggi, rasa syukur, dan kebahagiaan oleh seluruh lapisan masyarakat setempat. Bantuan ini dinilai sebagai bukti nyata kepedulian pemerintah sekaligus wujud komitmen yang dijalankan demi kesejahteraan rakyat.
Sapi bantuan tersebut kini telah berada di kediaman Ibu Dina, Desa Baru, dan dipersiapkan untuk dipotong serta dibagikan dagingnya kepada masyarakat pada hari berikutnya. Sejak kedatangannya, hewan kurban ini menjadi pusat perhatian warga yang berbondong-bondong datang untuk melihat, membantu persiapan, hingga ikut serta menjaga keamanan lokasi. Bagi warga, kehadiran sapi ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan simbol kuatnya hubungan dan kebersamaan antara pemerintah dan rakyat.
Program ini sempat menjadi sorotan publik karena merupakan salah satu janji yang disampaikan saat masa kampanye. Kini, dengan terealisasinya bantuan di Silat Hilir, masyarakat meyakini bahwa janji tersebut bukan sekadar ucapan belaka, melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Silat Hilir, Edy Suharta, S.E., M.M., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Pemkab Kapuas Hulu serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya program ini. Menurutnya, momen seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan sosial belaka.
“Atas nama masyarakat Kecamatan Silat Hilir, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu serta semua pihak yang telah merealisasikan bantuan sapi ini. Momentum ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujar Edy Suharta.
Beliau juga berharap program serupa dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang, mengingat manfaatnya yang sangat besar, terutama bagi warga yang jarang sekali berkesempatan menikmati daging sapi. Kehadiran bantuan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan peduli di tengah masyarakat.
Waarga setempat menyambut baik rencana pembagian daging tersebut. Mereka menilai kegiatan ini akan membawa kebahagiaan tersendiri, sekaligus menjadi ajang memperkuat budaya gotong royong yang telah lama menjadi identitas masyarakat Silat Hilir. Mulai dari persiapan, pemotongan, hingga pembagian daging, seluruh elemen masyarakat diharapkan terlibat aktif dan menjaga suasana tetap aman, tertib, serta penuh kekeluargaan.
Tokoh masyarakat setempat juga mengajak warga untuk menjaga kekompakan dan menjadikan bantuan ini sebagai sarana pemersatu. Nilai sosial yang terkandung dalam program ini dianggap jauh lebih berharga dibandingkan nilai materinya, karena mampu menyatukan warga dalam suasana syukur dan berbagi.
Besok, proses pemotongan dan pembagian daging akan dilaksanakan secara bersama-sama. Suasana haru, syukur, dan kebersamaan diprediksi akan menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan. Masyarakat pun berharap, momentum ini menjadi awal yang baik untuk semakin mempererat persatuan dan kemajuan Kecamatan Silat Hilir di masa depan.
Effendy
(Jurnalis)














