‎Masyarakat Desa Tanjung Mas Pertanyakan Dana Ketahanan Pangan Rp. 293 Juta

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id –
Diduga raib, masyarakat Desa Tanjung Mas, kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, mempertanyakan dana ketahanan pangan 2024 hingga 2025, sebesar Rp. 293 juta.

‎”Kami boleh dong curiga, pasalnya sepengetahuan kami dana ketahanan pangan selama 2 tahun tidak jelas rimbanya semasa kepemimpinan kepala desa lama. Itu untuk kesejahteraan rakyat, mestinya dikelola baik, ” kata salah seorang setempat, Kamis, 21 Mei 2026,yang enggan dituliskan namanya.

‎Seharusnya, kata warga guliran dana ketahanan pangan tersebut untuk memutar ekonomi ditengah masyarakat desa. “Biasanya dana penyertaan modal kepihak ke-Tiga tersebut dikelola BUMDes, anehnya koq tanpa kegiatan, ”

‎”Selain itu, kami juga mempertanyakan dana pemasangan paving blok yang diperuntukkan ke masjid sebesar Rp 25 juta, yang terindikasi fiktif pelaksanaan. Kemana juga raibnya dana itu, ” tanya mereka.

‎”Kami mengaku salut, sampai-sampai dana paving blok masjid pun berani diaktifkan pengadaannya, luar biasa. Itu rumah ibadah lho, ”

‎Hal lain yang cukup mengganjal ucap warga, ialah tidak terealisasikan hingga 100 persen TPU (Tempat Pemakaman Umum). “Semua itu merupakan urusan wajib masyarakat, ” ucap warga kesal.

‎Mereka minta pihak APH, mulai kejaksaan sampai Kepolisian turun langsung mengaudit penggunaan uang rakyat yang terindikasi diselewengkan, “Polisi dan Jaksa harus datang mengaudit dana desa masa kades lama, ” ungkapnya.

‎Saat dikonfirmasi, mantan kades Tanjung Mas, Sabirin Malau, terkait dugaan penyalahgunaan dana ketahanan pangan sebesar Rp 293 juta, serta item lainnya melalui whatsapp, hingga berita dilayangkan belum memberikan jawaban. (SB)

Baca Juga:  PT Socfindo dan Dishub Aceh Singkil Bersinergi Perbaiki Jalan Rusak Menuju SMP Negeri 4 Gunung Meriah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haul Makam Ki Kojopati Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Tradisi Leluhur di Tambakrejo
Pokja BASN Jadi Garda Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan
*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*
‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing
Si Pencinta Petualangan: Kisah di Balik Motor Trail
Kecerdasan Buatan: Masa Depan Teknologi dan Inovasi Manusia
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:35 WIB

Haul Makam Ki Kojopati Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Tradisi Leluhur di Tambakrejo

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:44 WIB

Pokja BASN Jadi Garda Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:40 WIB

Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:21 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:59 WIB

*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*

Berita Terbaru