Yayasan HB Pemilik SPPG Di Senopo Timur Tidak Pernah Ijin Lingkungan

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO – kompas1.id
Pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Senepo Timur, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, menyisakan masalah.

Diduga, akibat beroperasinya dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu membuat dinding ruang tamu rumah warga bernama Aristo Pringgo Sutanto ambrol.

Tak hanya itu, ruang penyimpanan tabung gas milik SPPG yang bermitra dengan Yayasan HB Sejahtera itu dibangun menjorok sehingga mengganggu akses jalan masuk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aristo, melalui pengacaranya, Dewa Antara, membeberkan bahwa, kliennya tersebut memang tidak menempati dan jarang datang ke rumah di Senepo Timur.

“Saat datang ke sana, klien saya kaget, karena tiba-tiba ada tembok di belakang rumahnya sepanjang kurang lebih lima meter. Tembok itu menghalangi akses ke lahan belakang rumah.

Saat proses pembangunan SPPG, pihak yayasan juga tidak pernah permisi atau ijin ke klien saya. Padahal SPPG itu ada di pemukiman penduduk,” kata Dewa dalam jumpa pers di Kutoarjo, Rabu malam (20/5/2026).

Dewa melanjutkan, pembuatan ruang tabung gas yang menjorok ke akses jalan masuk rumah kliennya juga membahayakan, karena terbuka menghadap ke rumah kliennya.

Baca Juga:  Dari Curi HP hingga Curanmor, Seorang Pria Diamankan Polisi di Cibalong

“Pihak SPPG/yayasan, punya nomor WA klien saya, kenapa tidak ijin (saat membuat tempat tabung gas dan tembok belakang) lewat WA? Kami patut menduga, ijin-ijin terlait bangunan, AMDAL dan IPAL SPPG tersebut juga belum ada,” kata Dewa.

ia meminta agar Bupat, Wakil Bupati, Dandim, Polrea dan Satgas MBG turun untuk melakukan sidak ke SPPD di Senepo Timur.

“Kami harap pemerintah turun, pastikan ijin-ijin dan pengelolaan limbahnya bagaimana. Yang paling berbahaya itu tempat tabung gas besar terbuka menghadap rumah warga,” tegas Dewa.

Sebagai upaya untuk memperoleh keadilan kliennya, Dewa akan segera ke BPN Purworejo untum meminta penataan batas tanah agar ada kepastian.

Kedua, pihaknya juga akan mencari tahu, memperjelas status ijin SPPG karena selama ini, tidak pernah meminta ijin ke tetangga terdekat.

“Langkah ketiga, jika diperlukan, kami akan melakukan upaya langkah-langkah hukum,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, kami masih berusaha mendapatkan kontak SPPI (Kepala SPPG) atau Kepala Yayasan HB Sejahtera untuk memberikan klarifikasi atau statemen terkait permasalahan tersebut. ( Mr. Bien )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haul Makam Ki Kojopati Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Tradisi Leluhur di Tambakrejo
Pokja BASN Jadi Garda Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan
*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*
‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing
Si Pencinta Petualangan: Kisah di Balik Motor Trail
Kecerdasan Buatan: Masa Depan Teknologi dan Inovasi Manusia
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:35 WIB

Haul Makam Ki Kojopati Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Tradisi Leluhur di Tambakrejo

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:44 WIB

Pokja BASN Jadi Garda Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:40 WIB

Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:21 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:59 WIB

*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*

Berita Terbaru