Antisipasi Rawan Kecelakaan, AMPAS Desak PEMKAB Aceh Singkil Segera Ambil Tindakan Nyata

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id
– Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) angkat bicara terkait kondisi ruas jalan dari pusat ibukota menuju kawasan DAS yang melintasi Desa Teluk Ambun, Takal Pasir, hingga Siti Ambia yang dinilai semakin memprihatinkan dan membahayakan keselamatan masyarakat pengguna jalan.

‎Melalui Ketua Umum AMPAS Syahrul Manik menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terkesan lamban dan kurang serius dalam menangani persoalan infrastruktur dasar yang menyangkut keselamatan publik. Hingga hari ini, kondisi jalan tersebut dipenuhi semak belukar liar di sisi kiri dan kanan badan jalan yang menutupi pandangan pengendara, terutama pada pada malam hari.

Situasi semakin parah karena banyak lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan tersebut tidak berfungsi. Akibatnya, pada malam hari jalur itu berubah menjadi kawasan gelap gulita yang sangat rawan kecelakaan lalu lintas.

‎Ketua AMPAS, Syahrul Manik menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, persoalan ini bukan hanya soal estetika lingkungan, tetapi menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat yang setiap hari melintas di jalur tersebut, ini bukan persoalan sepele. Jalan itu merupakan akses vital masyarakat yang setiap hari digunakan pelajar, pekerja, petani, dan masyarakat umum.

Namun ironisnya, kondisi jalan gelap, semak menutupi pandangan, dan seolah dibiarkan tanpa perhatian serius dari pemerintah daerah,” tegas Syahrul.

‎AMPAS menilai lemahnya pengawasan dan minimnya perawatan rutin terhadap fasilitas jalan menunjukkan adanya ketidakpekaan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Padahal, penerangan jalan dan kebersihan badan jalan merupakan tanggung jawab yang seharusnya menjadi prioritas dinas terkait demi menjamin keamanan pengguna jalan.

Menurut Syahrul Manik apabila kondisi ini terus dibiarkan tanpa tindakan nyata, maka potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas akan semakin tinggi. Terlebih pada musim hujan dan malam hari, ketika jarak pandang pengendara sangat terbatas akibat gelapnya ruas jalan dan semak liar yang semakin menjalar ke badan jalan. Kami tidak ingin pemerintah hanya bergerak setelah muncul korban jiwa. Jangan tunggu masyarakat celaka baru sibuk turun ke lapangan.

Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” lanjut Syahrul. Selain mendesak pembersihan semak dan perbaikan seluruh lampu PJU yang mati, AMPAS juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui instansi terkait agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemeliharaan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

‎AMPAS menegaskan bahwa keluhan masyarakat terkait kondisi jalan ini sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret yang serius dari pemerintah daerah.

Hal ini memunculkan kesan bahwa persoalan keselamatan masyarakat belum menjadi perhatian utama.Lebih lanjut, AMPAS meminta DPRK Aceh Singkil turut menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja dinas terkait agar persoalan-persoalan mendasar seperti penerangan jalan dan pemeliharaan akses publik tidak terus diabaikan.

Pemerintah jangan hanya fokus pada seremoni dan pencitraan semata, sementara persoalan dasar masyarakat seperti akses jalan aman dan layak justru terbengkalai. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada slogan-slogan tanpa realisasi,” tutup Syahrul Manik.

‎Reporter Sabri

Baca Juga:  *Program Air Bersih DD Haurseah 2025 Terealisasi 100%: 250 Rumah Warga 280 KK, 4 RT Kini Nikmati Air Layak Minum*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan
*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*
‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing
Si Pencinta Petualangan: Kisah di Balik Motor Trail
Kecerdasan Buatan: Masa Depan Teknologi dan Inovasi Manusia
Sudah Saatnya Android Menaklukkan iPhone? Ini Fakta yang Perlu Dibahas
Pemkab Lampung Utara Matangkan Pertanggungjawaban APBD 2026,Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:40 WIB

Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:21 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:59 WIB

*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:27 WIB

Si Pencinta Petualangan: Kisah di Balik Motor Trail

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:07 WIB

Kecerdasan Buatan: Masa Depan Teknologi dan Inovasi Manusia

Berita Terbaru

Politik

Rakerda Pelantikan DPC dan Relawan DPD PAN Kabupaten Bandung

Selasa, 7 Jul 2026 - 04:22 WIB