LANDau BADAI TERKEPUNG BANJIR, ALAM DIDUGA MULAI “MEMBALAS” ULah MANUSIA

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, saat ini dilanda banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah tersebut.

Genangan air berlumpur terlihat merendam jalan desa, pekarangan rumah warga, hingga menghambat aktivitas masyarakat yang sehari-hari bergantung pada akses darat dan sungai.

Namun bagi sebagian warga, bencana ini bukan lagi sekadar persoalan hujan deras. Masyarakat menilai banjir yang semakin sering terjadi merupakan dampak nyata dari kerusakan alam yang diduga terjadi akibat ulah manusia sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hutan yang mulai berkurang, daerah resapan air yang rusak, hingga lingkungan yang tidak lagi terjaga disebut menjadi penyebab utama air dengan cepat meluap ke pemukiman warga.

Warga menyebut, alam perlahan kehilangan kemampuannya untuk menahan dan menyerap air hujan.

Akibatnya, setiap curah hujan tinggi langsung berubah menjadi ancaman banjir bagi masyarakat kecil yang tinggal di daerah rawan.

“Ini bukan hanya karena hujan. Alam sudah terlalu banyak disakiti. Ketika hutan rusak dan lingkungan tidak dijaga, yang merasakan dampaknya masyarakat sendiri,” ujar salah satu warga.

Baca Juga:  KLARIFIKASI: GUDANG SOLAR DI TONTALETE MINUT TIDAK BENAR / HOAX*

Kondisi ini membuat masyarakat semakin khawatir terhadap masa depan lingkungan di wilayah mereka.

Banyak warga menilai kerusakan alam yang terus dibiarkan hanya akan melahirkan bencana baru dari tahun ke tahun.

Sungai yang mulai dangkal, saluran air yang tidak terawat, serta berkurangnya pepohonan membuat air tidak lagi memiliki tempat untuk mengalir maupun terserap secara alami.

Selain merendam rumah dan jalan warga, banjir juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebagian warga kesulitan beraktivitas, sementara anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak dalam situasi ini.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga serius memperhatikan kondisi lingkungan yang dinilai semakin memprihatinkan.

Warga meminta adanya langkah nyata untuk menjaga hutan, memperbaiki aliran sungai, dan menghentikan aktivitas yang berpotensi merusak alam demi mencegah bencana yang lebih besar di masa mendatang.

Banjir di Desa Landau Badai kini menjadi gambaran nyata bahwa ketika alam terus dieksploitasi tanpa memikirkan keseimbangan lingkungan, maka dampaknya akan kembali menghantam kehidupan manusia itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru