Kondisi puluhan warga yang mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Leles,

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Kondisi puluhan warga yang mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, mulai membaik. Dari total 63 korban yang terdiri dari ibu dan balita, sebagian besar telah diperbolehkan pulang.

Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiwan, mengungkapkan bahwa meski mayoritas sudah pulih, masih ada beberapa pasien yang memerlukan observasi medis. “Hanya tinggal beberapa yang masih menjalani perawatan,” ujar Made, Senin (20/4/2026).

Untuk mengungkap pemicu keracunan massal di Desa Purabaya dan Desa Sukasirna tersebut, petugas telah mengambil sampel sisa makanan dan muntahan korban. Fokus pengujian kini mengarah pada salah satu komponen menu, yakni susu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah mengambil sampel yang tersisa, salah satunya susu dan sampel muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pastinya,” jelas Made

Baca Juga:  HUT KABUPATEN ACEH SINGKIL KE-27, SWI MINTA PEMDA DUKUNG USAHA KECIL DAN EKONOMI KREATIF

Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, merinci bahwa hingga Minggu petang, tersisa enam balita yang masih menjalani perawatan intensif di puskesmas. Sisanya yang sempat dirawat di bidan dan klinik mandiri sudah dinyatakan stabil.

“Sebagian besar kondisinya membaik. Namun, mereka yang sudah pulang tetap berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan di desa masing-masing,” kata Tedi.

Sementara itu, Camat Leles, Segi Tabah Hermansyah, mengaku masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Ia khawatir terdapat warga yang mengalami gejala serupa seperti pusing, mual, dan muntah, namun enggan melapor ke fasilitas kesehatan.

“Petugas kecamatan masih melakukan pendataan karena ditakutkan masih banyak yang mengalami keracunan namun belum terdata karena tidak menjalani perawatan di puskesmas,” tutup nya

Sumber liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MEMAKNAI KEMERDEKAAN DENGAN SENI CALUNG, IBU-IBU KP. KIARA BONGKOK LESTARIKAN BUDAYA SUNDA
Kepala Sekolah SNT Subulussalam Berkomitmen Jadikan Sekolah Pusat Keunggulan Pendidikan
KELUARGA BESAR KANTOR UPP KELAS III OGOAMAS GELAR UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-81.
KEPALA KANTOR UPP OGOAMAS NOH RUMONDOR: HUT RI KE- 81, JADI MOMENTUM MENGENANG JASA PAHLAWAN
ASPAL JALAN SELESAI TAPI BIAYA BELUM DIBAYAR: PROYEK DI SIRNAJAYA DIKUCAK TIDAK MASUK ANGGARAN DAN SENGaja SEMBUNYIKAN DARI BPD
KAPOLRES KOTAMOBAGU DAN SELURUH PERSONEL GELORAKAN SEMANGAT MERAH PUTIH DI HUT RI KE-81
HUT ke-81 RI di Pesawaran, Nanda Indira Tegaskan: Jangan Biarkan Veteran Berjuang Sendiri di Masa Tua
Peringatan HUT ke-81 RI, Bupati Nanda Indira Serukan Penghormatan dan Kepedulian kepada Pejuang Kemerdekaan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:56 WIB

MEMAKNAI KEMERDEKAAN DENGAN SENI CALUNG, IBU-IBU KP. KIARA BONGKOK LESTARIKAN BUDAYA SUNDA

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Kepala Sekolah SNT Subulussalam Berkomitmen Jadikan Sekolah Pusat Keunggulan Pendidikan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:34 WIB

KELUARGA BESAR KANTOR UPP KELAS III OGOAMAS GELAR UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-81.

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:32 WIB

KEPALA KANTOR UPP OGOAMAS NOH RUMONDOR: HUT RI KE- 81, JADI MOMENTUM MENGENANG JASA PAHLAWAN

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:51 WIB

ASPAL JALAN SELESAI TAPI BIAYA BELUM DIBAYAR: PROYEK DI SIRNAJAYA DIKUCAK TIDAK MASUK ANGGARAN DAN SENGaja SEMBUNYIKAN DARI BPD

Berita Terbaru