Driver Ojol Meninggal di Tempat Wudhu Masjid Ponpes di Pekalongan

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pengemudi ojek online bernama Juroto (45), warga Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, meninggal dunia di area tempat wudhu Masjid Pondok Pesantren di Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Minggu (10/5/2026) petang.

Korban diketahui sempat mengantarkan pesanan makanan sebelum mengikuti shalat Maghrib berjamaah di masjid tersebut.

Kapolsek Karanganyar Iptu Slamet Riyadi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 wib. Korban awalnya datang ke Ponpes untuk mengantar pesanan ayam geprek dari aplikasi Gojek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban selesai mengantar pesanan makanan dan kemudian ikut melaksanakan salat Maghrib berjamaah di masjid,” kata Slamet Riyadi dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Menurut keterangan saksi, saat salat memasuki rakaat ketiga, korban tiba-tiba keluar dari saf dan menuju area tempat wudhu sambil menutupi mulutnya.

“Beberapa saksi mendengar korban batuk cukup keras di area tempat wudhu. Setelah jamaah selesai shalat, korban ditemukan sudah dalam posisi terlentang di bawah kran tempat wudhu dengan kondisi mulut mengeluarkan darah,” jelasnya.

Baca Juga:  Jelang Hari jadi ke 385 Kabupaten Bandung kecamatan Baleendah Bersihkan Sampah Liar

Warga dan pengurus ponpes kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karanganyar. Petugas bersama tim Inafis Polres Pekalongan dan dokter jaga RSUD Kajen langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan sementara dari dokter dan tim Inafis, darah yang keluar dari mulut korban diduga akibat perdarahan saluran cerna. Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan maupun tindak pidana,” ujar Slamet.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan barang-barang milik korban berupa telepon genggam, tas pinggang berisi dompet dan uang tunai, serta sepeda motor Honda Vario yang digunakan korban bekerja.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” pungkas Slamet Riyadi.(Totok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru