Dari Benang Emas Hingga Harapan Baru,, Asri Tapis Bawa Warisan Lampung Bersinar Di Ajang Persit Bisa Dua

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — KOMPAS1.id|| Diantara deretan booth yang memadati Balai Kartini, Jakarta, kehadiran Asri Tapis di ajang Persit Bisa 2 menghadirkan cerita tentang budaya, ketekunan dan kebanggaan terhadap warisan Lampung.

Bukan sekadar memamerkan produk fesyen, partisipasi Asri Tapis dalam pameran tersebut menjadi langkah nyata memperkenalkan kain tapis sebagai identitas budaya yang tetap relevan di tengah perkembangan tren modern.

Mengisi Booth 75 selama pameran berlangsung, Asri Tapis membawa koleksi sulam tangan benang emas khas Lampung yang mendapat perhatian pengunjung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap helai kain yang dipamerkan bukan hanya hasil karya, tetapi juga simbol perjalanan panjang para perajin lokal yang menjaga tradisi turun-temurun.

*Dukungan dan Apresiasi Jadi Energi Baru*

Asri Tapis menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung, khususnya kepada Mayjen TNI Kristomei selaku Pembina Persit KCK Daerah XXI/RI dan Ketua Persit KCK PD XXI/RI Asti Kristomei.

Menurut Asri Tapis, ruang yang diberikan dalam ajang Persit Bisa 2 menjadi kesempatan penting bagi pelaku UMKM budaya untuk berkembang dan memperluas jangkauan pasar.

“Semangat kemandirian yang dibangun dalam Persit menjadi inspirasi sekaligus energi bagi kami untuk terus bertumbuh,” tulis Asri Tapis dalam keterangannya.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para pengunjung yang datang dan mengapresiasi karya tapis Lampung. Bagi Asri Tapis, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa produk tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Baca Juga:  Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Tak hanya itu, keberhasilan selama pameran juga disebut sebagai hasil kerja bersama para perajin lokal yang selama ini menjaga kualitas sulaman benang emas dengan keterampilan dan kesabaran tinggi.

*Menjaga Marwah Tapis Lampung*

Keikutsertaan dalam Persit Bisa 2 dinilai membawa dampak lebih besar dibanding sekadar penjualan produk. Asri Tapis melihat pameran tersebut sebagai ruang memperkuat identitas budaya daerah di tingkat nasional.

Koleksi tapis yang dipadukan dengan sentuhan desain modern mendapat apresiasi positif dari pengunjung. Hal itu menunjukkan bahwa kain tradisional tetap mampu tampil elegan dan mengikuti perkembangan dunia fesyen.

“Tapis bukan sekadar kain, tetapi cerita tentang kesabaran, kebanggaan, dan identitas yang ditenun dengan hati,” demikian pesan yang disampaikan Asri Tapis.

Ke depan, Asri Tapis berkomitmen terus menghadirkan inovasi desain tanpa meninggalkan nilai tradisional. Selain itu, mereka juga ingin memperluas kolaborasi dengan perajin lokal demi menjaga regenerasi keterampilan sulam tangan khas Lampung.

Langkah lain yang tengah disiapkan adalah memperkuat kehadiran digital agar produk tapis semakin mudah dikenal masyarakat luas, termasuk pasar internasional.

Bagi Asri Tapis, perjalanan di Persit Bisa 2 bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya panjang menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah zaman yang terus berubah (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil
Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang
VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas
Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan
Ngahiji Dina Napas, Raga-Rasa-Jiwa: Seni Pernapasan Usik Budi Bawana Tekankan Harmoni Fisik dan Spiritual
Dedi Mulyadi Lontarkan Peringatan Keras: Pengawasan Dana Desa Makin Ketat, Penyimpangan Tak Akan Dibiarkan
Sentra Abiyoso dan Dinsos Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Anak Kurang Mampu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:06 WIB

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:02 WIB

Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:15 WIB

VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:31 WIB

Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WIB

Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan

Berita Terbaru