*Jenius dari Malang! Dr. Novalia Pishesha, Ilmuwan Harvard yang Taklukkan Dunia dengan Rekayasa Sel Darah Merah*

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
JAKARTA 10 Mei 2026 Indonesia patut berbangga. Di jantung pusat inovasi medis dunia, Boston, Amerika Serikat, seorang perempuan muda asal Malang, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan jagat sains internasional. Ia adalah Dr. Novalia Pishesha, pakar rekayasa hayati yang kini menjadi “arsitek” di balik teknologi imunoterapi masa depan.

Perjalanan Novalia bukanlah jalan tol yang mulus. Dari sekolah di Malang, ia harus berjuang ekstra keras saat menempuh pendidikan di City College of San Francisco. Namun, kegigihannya membuahkan hasil luar biasa: beasiswa penuh di UC Berkeley hingga gelar Doktor dari kampus teknologi terbaik dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Merevolusi Pengobatan Penyakit Autoimun
Fokus riset Novalia sangat krusial bagi kemanusiaan. Ia berhasil mengembangkan teknik rekayasa sel darah merah untuk memodifikasi sistem imun tubuh. Inovasi ini menjadi harapan baru bagi jutaan penderita penyakit autoimun dan infeksi kronis yang selama ini sulit disembuhkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehebatannya tak berhenti di laboratorium. Novalia juga mendirikan Cerberus Therapeutics, sebuah perusahaan bioteknologi di mana ia menjabat sebagai CEO. Melalui perusahaan ini, hasil risetnya diubah menjadi terapi nyata yang dapat menyelamatkan nyawa.

Baca Juga:  Polres Lahat, Polda Sumsel 3 (tiga) Pelaku Curanmor diamankan Satreskrim Polres Lahat

“Bintang” di Harvard dan Peraih Banyak Paten
Saat ini, Novalia memegang posisi prestisius sebagai Instruktur di Harvard Medical School dan peneliti di Boston Children’s Hospital. Ia bukan ilmuwan sembarangan; Novalia telah mengantongi berbagai paten internasional yang kini dilisensi oleh perusahaan farmasi raksasa.

Dunia internasional pun memberikan penghormatan tinggi atas dedikasinya. Namanya tercatat dalam daftar bergengsi MIT Technology Review “Innovators Under 35 Asia Pacific” serta peraih penghargaan L’Oreal-UNESCO For Women in Science.

Baktinya untuk Negeri di Masa Pandemi
Meski berkarier di puncak elit sains Amerika, Novalia tak pernah lupa pada tanah air. Pada masa pandemi COVID-19, ia memimpin tim untuk menemukan kandidat vaksin yang dirancang khusus agar bisa diproduksi dengan fasilitas teknologi yang ada di Indonesia.

Dr. Novalia Pishesha adalah bukti bahwa anak bangsa memiliki kapasitas untuk memimpin inovasi global. Dari Malang untuk dunia, ia membuktikan bahwa batasan hanya ada dalam pikiran, dan sains adalah jembatan untuk memberikan kebaikan bagi sesama. BOB HARIAWAN. KABIRO KOTA BANDUNG

#NovaliaPishesha #IlmuwanIndonesia #InspirasiAnakBangsa #HarvardMedicalSchool #Bioteknologi #PerempuanHebat #MalangUntukDunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil
Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang
VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas
Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan
Ngahiji Dina Napas, Raga-Rasa-Jiwa: Seni Pernapasan Usik Budi Bawana Tekankan Harmoni Fisik dan Spiritual
Dedi Mulyadi Lontarkan Peringatan Keras: Pengawasan Dana Desa Makin Ketat, Penyimpangan Tak Akan Dibiarkan
Sentra Abiyoso dan Dinsos Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Anak Kurang Mampu
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:06 WIB

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:02 WIB

Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:15 WIB

VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:31 WIB

Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WIB

Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan

Berita Terbaru