*Kecaman Keras Menggema, AMPHI Desak Polisi Segera Proses Dugaan Pernyataan Rasis*

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id Jakarta,
Gelombang kecaman keras mencuat atas pernyataan bernuansa rasis yang diduga disampaikan oleh Broron. Pernyataan tersebut dinilai tidak hanya mencederai nilai kemanusiaan, tetapi juga berpotensi memicu ketegangan dan gesekan serius di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Penegak Hukum Indonesia (AMPHI), Sahrir Jamsin, menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk sikap yang tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini bukan sekadar persoalan ucapan, tetapi ancaman nyata terhadap persatuan. Pernyataan rasis seperti ini berpotensi memantik konflik antar sesama anak bangsa jika tidak segera ditindak,” tegas Sahrir Jamsin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, pembiaran terhadap pernyataan bernuansa kebencian hanya akan memperbesar potensi perpecahan sosial. Dalam konteks masyarakat yang beragam seperti Indonesia, setiap ujaran yang mengandung unsur diskriminasi dinilai sebagai pemicu serius konflik horizontal.

Aliansi Mahasiswa Penegak Hukum Indonesia (AMPHI) dengan tegas mendesak aparat kepolisian untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan pernyataan tersebut. Penegakan hukum dinilai harus dilakukan secara cepat, tegas, dan tanpa kompromi.

Baca Juga:  SINERGI TANPA BATAS: FORKOPIMCAM, TIM MPA PT PMS, DAN WARGA BAHUT-MEMBAHU PADAMKAN KARHUTLA DI BUKIT LIANG

Desakan tersebut merujuk pada dugaan pelanggaran Pasal 156 KUHP tentang pernyataan kebencian terhadap suatu golongan masyarakat, serta Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, yang secara jelas melarang setiap bentuk ekspresi kebencian berdasarkan ras dan etnis.

“Jika tidak ada langkah tegas, maka ini akan menjadi preseden buruk. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa,” lanjutnya.

Sahrir juga mengingatkan bahwa dampak dari pernyataan rasis tidak bisa diremehkan. Dalam situasi tertentu, hal tersebut dapat berkembang menjadi konflik terbuka yang merugikan masyarakat luas.

Di tengah situasi ini, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi, namun tetap kritis dalam mengawal proses penegakan hukum.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa ruang publik tidak boleh dijadikan tempat untuk menyebarkan kebencian. Setiap pihak dituntut untuk bertanggung jawab atas setiap pernyataan yang disampaikan, demi menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru