Receh yang Mengantar ke Tanah Suci: Kisah Penjual Es Puter Cirebon Berangkat Haji di Usia 62 Tahun

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, Jawa Barat,- KOMPAS1.id || tentang keteguhan yang tak banyak bicara, namun terus bekerja dalam diam. Ili (62), seorang penjual es puter keliling, membuktikan bahwa mimpi besar tidak selalu lahir dari penghasilan besar, melainkan dari disiplin dan keyakinan yang tak goyah.

Sejak 2005, Ili menyusuri jalan demi jalan, menjajakan es puter dengan penghasilan yang sederhana.

Dari hasil itu, ia menyisihkan uang setiap hari—bukan ratusan ribu, melainkan receh yang sering dianggap tak berarti: Rp10 ribu hingga Rp50 ribu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun di tangannya, nilai kecil itu berubah menjadi fondasi harapan.
Tak ada yang instan dalam perjalanannya.

Bertahun-tahun ia menabung, menahan keinginan, dan hidup dalam kesederhanaan. Ia memilih konsisten ketika banyak orang memilih menyerah.

Baginya, yang penting bukan seberapa besar yang disimpan, tetapi seberapa rutin ia melakukannya.

Baca Juga:  Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap Lewat Jejak Penjualan di Facebook

Komitmen itu akhirnya membuahkan langkah nyata. Pada 2012, Ili berhasil mendaftarkan diri untuk ibadah haji.

Sebuah pencapaian yang lahir dari kesabaran panjang. Namun, ia masih harus menunggu—menghadapi antrean yang menjadi bagian dari ujian berikutnya.

Waktu terus berjalan. Penantian yang tak sebentar itu dijalani dengan sabar, tanpa keluhan.

Hingga akhirnya, kabar yang dinanti datang juga—sebuah jawaban atas doa yang tak pernah putus.

Tahun 2026 menjadi titik puncak perjuangan itu. Ili bersama sang istri, Suwati, dipastikan masuk dalam kuota keberangkatan haji.

Rencananya, pasangan ini akan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026, membawa serta kisah tentang kerja keras, kesabaran, dan keyakinan.

Kisah Ili adalah pengingat: mimpi sebesar apa pun bisa diraih, selama kita mau melangkah—meski dengan receh, asal tak pernah berhenti.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?
*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Hasil Pemilihan Anggota BPD Desa Sarimahi Ciparay: Ini Daftar Calon yang Lolos ke Parlemen Desa
Tingkatkan Kualitas SDM Transportasi, Kota Subulussalam Jalin Kerja Sama dengan BPSDMP Kemenhub dan Sejumlah Lembaga
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:37 WIB

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:54 WIB

Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:51 WIB

**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**

Berita Terbaru