HARMONI SEMRAWUT CICADAS: TROTOAR JADI AREA PEREBUTAN

Berita249 Dilihat

Bandung, Kompas1.id

Penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas, Kota Bandung, kembali berlangsung. Kegiatan ini yang kerap diadakan secara rutin, memunculkan dinamika dan perdebatan di tengah masyarakat, mengingat trotoar yang seharusnya berfungsi sebagai sarana pejalan kaki justru telah lama dimanfaatkan sebagai tempat berdagang. Bandung (26/04/2026

banner 336x280

Pihak Pemerintah Kota melaksanakan tindakan penertiban dengan membawa misi menciptakan ketertiban umum dan menata ruang kota agar berfungsi sesuai peruntukannya. Namun, langkah yang dilakukan menuai kritik. Banyak pihak menilai penanganan ini berjalan lambat, mengingat aktivitas berdagang di tempat tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan dibiarkan berkembang tanpa pengaturan yang jelas sejak awal.

Menurut pengamatan, penertiban yang berlangsung sering kali hanya berupa tindakan sementara. Petugas datang, mengangkut sebagian barang dan perlengkapan usaha, kemudian mendokumentasikan kegiatan tersebut untuk keperluan laporan. Namun tanpa adanya penyediaan lokasi alternatif yang layak dan dapat menunjang penghidupan para pedagang, aktivitas ini dinilai tidak akan menyelesaikan masalah secara tuntas. Selama tidak ada solusi yang manusiawi, para pedagang diprediksi akan kembali menempati lokasi yang sama setelah petugas tidak lagi berada di tempat.

Di sisi lain, para pedagang menunjukkan kegigihan untuk mempertahankan mata pencaharian mereka. Mereka yang mengubah lahan terbatas menjadi tempat usaha, umumnya berusaha mematuhi peringatan yang disampaikan, namun kerap melakukan berbagai cara agar tetap dapat berdagang. Terdapat pula dugaan bahwa sebagian dari mereka merasa berhak menggunakan ruang tersebut karena telah membayar sejumlah uang kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini membuat mereka menganggap aturan yang ada tidak perlu dipatuhi sepenuhnya.

Kondisi yang terjadi di kawasan ini dipandang sebagai cerminan dari masalah yang belum terselesaikan bersama. Pemerintah dinilai baru bertindak saat ada peristiwa atau momen tertentu, sementara sebagian pedagang dianggap kurang menghargai fungsi ruang publik yang merupakan milik seluruh warga.

Hingga saat ini, penataan kawasan Cicadas masih berjalan dan belum menemukan titik temu yang memuaskan semua pihak. Keadaan yang tidak teratur ini seolah telah menjadi bagian dari keseharian, dan terciptanya lingkungan kota yang rapi, aman, dan nyaman bagi seluruh warga masih menjadi harapan yang belum sepenuhnya terwujud.

Pewarta   Bob Hariawan
Kabiro   Kota Bandung

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *